"Setahu saya belum ada bank di Indonesia yang menggunakan teknologi ini," ujar Budi Hartono, Vice President Electronic Banking Group Bank Mandiri, di Jakarta.
Budi menjelaskan kalau dunia perbankan sebenarnya hanya pihak yang memanfaatkan teknologi tersebut, bukan sebagai penyedia teknologi.
"Kita hanya pemakai atau pengguna teknologi itu saja," ungkapnya.
"Untuk Indonesia, infrastruktur penerapan teknologi NFC saja belum siap. Karena ada banyak pihak yang bakal terlibat, yakni vendor penyedia handset, operator yang memberikan layanan dan perbankan tentunya," jelasnya.
Ditambahkan pula oleh Budi, jika infrastrukturnya sudah memadai, maka dunia perbankan Indonesia pun dapat menerapkannya.
Ketika ditanya apakah Bank Mandiri siap menerapkan teknologi tersebut jika infrastrukturnya sudah memadai, Budi menjawab kalau Mandiri akan menerapkannya secara bertahap dan satu-persatu.
"Mobile Payment dan Mobile Banking sendiri adalah dua hal yang berbeda. Untuk mobile payment prospek ke depannya di Indonesia cukup bagus. Tapi untuk saat ini Mandiri ingin berfokus pada mobile banking dulu," paparnya.
NFC memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran tanpa perlu mengeluarkan uang tunai. Teknologi NFC memakai proximity card yang dipasang di dalam ponsel, sehingga untuk melakukan pembayaran hanya dengan men-scan ponsel di atas sebuah detektor khusus. (ar/z2k) www.suaramedia.com
- Geliat Kebangkitan Wireline di Era Kejayaan Broadband
- Penetrasi Broadband Indonesia Paling Rendah se Asia Tenggara
- iPhone 4, Senjata Ampuh XL Untuk Genjot Revenue Data
- Menanti Ledakan Dahsyat 1 Miliar Pengguna Ponsel di China
- Kirim SMS dan Email Spam Diganjar Denda Miliaran Rupiah














