Kantor Kabinet mengatakan bahwa penurunan harga-harga dapat mengganggu pemulihan ekonomi, yang mulai meninggalkan resesi di kuartal kedua tahun ini.
Pengumuman pemerintah itu keluar saat bank sentral Jepang menjaga tingkat suku bunga pada angka 0.1%.
Bank Of Japan mengatakan bahwa perekonomian negaranya terus terbantu oleh strategi kebijakan di dalam dan luar negeri.
Perekonomian Jepang tumbuh 4.8% pada periode Juli-September – kuartal pertumbuhan kedua kalinya secara berturut-turut.
Kantor kabinet mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jepang sedang berada dalam situasi menuju deflasi ringan.
Keisuke Tsumura, sekretaris parlemen Kantor Kabinet, mengatakan bahwa pemerintah kini akan bekerjasama dengan bank sentral untuk menangani situasi tersebut, namun belum ada rencana yang diputuskan.
“Kami belum memiliki ide yang spesifik saat ini,” ujarnya.
“Itu akan tergantung pada perkembangan diskusi di masa mendatang,”
Menteri Keuangan Hirohisa Fujii mengatakan bahwa situasi semacam itu mengkhawatirkan.
“Jatuhnya harga-harga saat ini tidak benar, dan mengkhawatirkan,” ujarnya.
“Ini adalah salah satu isu kebijakan yang besar saat ini.”
Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, yang berarti bahwa tingkat harga secara umum di suatu negara jatuh.
Penurunan harga mungkin terdengar seperti berita yang bagus bagi konsumen, namun faktanya justru buruk bagi semua orang.
Saat orang-orang menanti harga-harga untuk turun lebih jauh sebelum membeli produk-produk konsumsi, hal itu menyebabkan lingkaran setan menurunnya pengeluaran dan meningkatnya pengangguran.
Pertama kalinya Jepang mengalami deflasi adalah di akhir tahun 1990an. Terjadi setelah negara tersebut mengalami krisis perbankan ketika pemerintah harus mengambil strategi baru dalam area yang belum mereka ketahui saat itu. Lalu, saat yang terburuk tampaknya telah usai, di akhir abad deflasi mencengkeram perekonomian mereka dengan efek yang meresap ke semua sektor masyarakat dan mempengaruhi segala segi kehidupan.
McDonald’s memotong harga hamburgernya menjadi 59 yen pada tahun 2002. Tentu saja makanan cepat saji lainnya, seperti Yoshinoya – yang mengkhususkan diri pada nasi daging ala Jepang – melawan balik dengan kekuatan penuh, yang menimbulkan fenomena hancurnya harga di mana perusahaan-perusahaan memotong harga begitu banyak hingga mereka jatuh bangkrut.
Deflasi adalah hal yang bagus, jika seseorang memiliki pekerjaan dan pendapatan yang tetap. Namun, ketika perusahaan mengalami siklus deflasi penurunan harga, penurunan penjualan, dan akhirnya penurunan profit, mereka terpaksa harus memecat sejumlah karyawan dan memotong gaji mereka yang dipertahankan.
Banyak perusahaan yang juga mengambil tenaga kerja dari luar dengan upah yang lebih murah, yang pada gilirannya justru meningkatkan pengangguran.
Siklus ini mengakibatkan melesatnya tingkat pengangguran dari 2% di awal 1990an menjadi di atas 5% di awal milenium baru.
Dalam situasi semacam itu, tidak hanya penghasilan menurun drastis, namun konsumen pun memotong pengeluaran mereka. Siklus itu pun mulai menerjang level individual.
Keadaan menjadi buruk karena hilangnya pekerjaan di Jepang dapat menimbulkan konsekuensi sosial yang serius.
Ini adalah satu-satunya negara di mana terdapat korelasi positif antara tingkat pengangguran dengan tingkat bunuh diri. Paling banyak terjadi pada pria paruh baya.
Di tahun 1998 terdapat 30.000 kasus bunuh diri dan sepuluh tahun kemudian angka itu masih belum berkurang.
Pemerintah Jepang pernah mencoba untuk menurunkan tingkat suku bunga hingga 0% namun kebijakan ini tidak memberikan dampak yang signifikan untuk mendorong perekonomian Jepang dekade 1990an ini.
Hal itu karena, serendah apa pun angka tingkat suku bunga, deflasi membuat tingkat suku bunga yang sebenarnya di Jepang tetap tinggi. Selama suku bunga masih tinggi, perusahaan akan kehilangan minat untuk melakukan investasi dan pengeluaran kapital, serta memotong pengeluaran mereka.
Setelah berusaha keluar dari deflasi, Jepang kini dihadapkan pada deflasi lain akibat badai ekonomi global yang diciptakan oleh arogansi dan overkonfidensi lain, yang kali ini berasal dari bagian lain Pasifik. (rin/bbc) www.suaramedia.com












