DUBAI (SuaraMedia News) - Bursa saham dunia berjatuhan pada perdagangan Kamis waktu setempat seusai perusahaan investasi milik Pemerintah Dubai menunda pembayaran utangnya selama enam bulan. Selain itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) turut menurun tajam.
Seperti dilansir kantor berita AP, indeks Wall Street pada perdagangan Kamis tutup karena Thanksgiving. Sebagian besar bursa di Timur Tengah juga melakukan hal yang sama karena menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Namun di Eropa, indeks FTSE 100, DAX (Jerman), dan CAC-40 (Prancis) turun hingga lebih dari tiga persen.
The London Stock Exchange (LSE) menghentikan perdagangannya secara online pada 3,5 jam perdagangan, atau sekitar pukul 10.33 waktu London. Suspensi dilakukan sebagai langkah teknikal untuk mengantisipasi penurunan sistem. Pihak LSE mengatakan, perdagangan saham dilakukan secara offline untuk menghindari masalah konektivitas dan menjalankan perdagangan yang wajar.
Pelaku pasar bisa tetap bertransaksi melalui order book setelah transaksi online terhenti. Namun, investor tidak bisa mengeksekusi transaksinya hingga perdagangan dimulai lagi pukul 14.00 waktu London.
Sementara itu di bursa Asia, indeks Shangai merosot 3,6 persen dan merupakan penurunan terbesar sejak Agustus 2009. Kemerosotan indeks meluas hingga ke Jepang, indeks Nikkei 225 turun lebih dari dua persen pada awal perdagangan.
Investor panik dengan pengumuman Dubai World bahwa pihaknya akan menunda pembayaran utang sebesar US$ 60 miliar hingga Mei 2010. Pengumuman yang dilakukan pada hari Rabu waktu setempat meminta investor untuk bertahan. Hal itu menimbulkan pertanyaan mengenai reputasi Persian Gulf. Pasalnya, perusahaan memiliki magnet terhadap berbagai perusahaan investasi internasional.
Perusahaan property nasional, Nakheel meminjam dana yang tidak sedikit kepada perbankan, perusahaan investasi, dan lainnya. Perbankan yang turut serta berasal dari Eropa, yang kini menghadapi ancaman besar terhadap Dubai.
Indeks FTSE London mencatatkan penurunan saham Royal Bank of Scotland hampir delapan persen. Penurunan saham RBS merupakan yang terbesar di FTSE. Sedangkan, Deutsche Bank mencatatkan penurunan saham terbesar di DAX, sekitar enam persen.
Sementara itu, perdagangan dolar di London turun 0,9 persen ke level 86,55 terhadap Yen. Sedangkan, Euro turun satu persen, menjadi US$ 1.4988.(ap/wn) www.suaramedia.com
Click Video
Selasa, 09 Pebruari 2010
Headlines:












