Indeks Nikkei Jepang turun 3%, sementara pasar saham di Hong Kong, Korea, dan China anjlok.
Pada hari Kamis, indeks Dow Jones AS turun 2.6%, sementara pasar utama Eropa turun lebih dari 2%.
Kekhawatiran hutang di Eropa dipicu oleh kurangnya permintaan untuk obligasi pemerintah di Portugal.
Ini menimbulkan ketakutan bahwa negara-negara seperti Portugal dan Yunani harus berjuang untuk mendanai defisit nasionalnya.
Di AS, tingkat klaim subsidi pengangguran tiap minggu yang lebih buruk dari perkiraan juga meningkatkan kekhawatiran mengenai kekuatan pemulihan perekonomian global.
"Apa yang kita saksikan ini adalah gelombang penjualan kepanikan," ujar Francis Lun di Fulbright Securities di Hong Kong.
"Ini adalah reaksi dari ambruknya pasar Eropa dan AS."
Nikkei jatuh 298.9 poin menjadi 10,057.1, level terendahnya sejak awal Desember.
Di Hong Kong, Hang Seng mengalami penurunan sebesar 3.1%, sementara indeks Shanghai Composite China turun 2.4%.
Ketakutan terhadap hutang di Eropa juga menerpa euro yang turun empat sen, atau 0.3% terhadap dolar menjadi 1.3715 dolar setelah turun lebih dari 1.5 sen pada hari Kamis.
"Ini adalah sentimen yang sangat buruk bagi euro, ini benar-benar obral bagi euro," ujar Lee Sue Ann di United Overseas Bank di Singapura.
Pasar saham di Portugal, Spanyol, dan Yunani mengalami kemunduran global yang tajam untuk hari kedua pada hari Kamis ketika para investor mencemaskan kemampuan pemerintahnya untuk mendapatkan pegangan atas pinjaman mereka. Euro turun 1.37 dolar, yang terendah sejak bulan Mei.
Di Eropa indeks FSTE 100 dari saham Inggris ditutup pada angka 113.84 poin, atau 2.2% pada jumlah 5,139.31. Sementara DAX Jerman terpeleset pada angka 138.85 poin, atau 2.5% dengan jumlah 5,533.24. CAC-40 di Perancis ditutup pada angka 104.22 poin, atau 2.8%, lebih rendah pada jumlah 3,689.25.
Yang bahkan lebih buruk lagi adalah pasar saham di tiga perekonomian terbebani hutang di Eropa selatan – indeks gabungan utama Yunani turun 3.3%, sementara IBEX Spanyol turun 5.9% dan PSI 20 Portugal turun 5%.
Tekanan penjualan meningkat setelah klaim pengangguran AS yang lemah memperkuat ketakutan pasar bahwa data pembayaran gaji nonpertanian yang diawasi dengan ketat pada hari Jumat akan lebih lemah daripada yang diantisipasi. Rata-rata industrial Dow Jones turun 204.28 poin, atau 2%, pada jumlah 10,066.27 sementara indeks Standard & Poors 500 turun 24.70 poin, atau 2.6%, pada 1,072.58.
"Ini adalah sebuah pertempuran berdarah di luar sana dan Yunani yang harus disalahkan. Risiko hutang luar negeri semakin meluas dan menjadi kekhawatiran utama para investor," ujar Neil Mackinnon, strategis makro global di VTB Capital.
"Pasar tidak yakin bahwa pemerintah Yunani dapat mencapai targetnya dan bahwa itu menular ke tempat lain," ujarnya.
Presiden Bank Sentral Eropa, Jean-Claude Trichet, telah berusaha keras meredakan kekhawatiran pasar di sekitar Yunani.
Meskipun ia mengatakan penting bagi pemerintah Yunani untuk tetap pada rencananya menurunkan defisit anggaran dari 12.7% GDP negaranya di tahun 2009 menjadi di bawah 3% untuk tahun 2012, ia mengatakan bahwa ia yakin dapat mencapai tujuan tersebut.
Terlepas dari dukungan itu, yang mengikuti penerimaan Komisi Eropa terhadap rencana Yunani pada hari Rabu, pasar tetap belum yakin bahwa Yunani dapat mengatasinya dan semakin tiba pada sudut pandang bahwa Portugal dan Spanyol, terutama, akan menghadapi banyak kesulitan dalam menyelesaikan masalah anggaran mereka sendiri. Pada hari Rabu, Portugal menghentikan pengeluaran obligasi dan Spanyol mengatakan defisitnya akan lebih dari yang diantisipasi dalam tiga tahun mendatang.
"Kisah minggu ini adalah Yunani, minggu depan mungkin Portugal dan bulan depan mungkin Spanyol dan bahkan mungkin Italia," ujar David Buik, analis pasar di BCG Partners.
"Kuartal mendatang, siapa yang tahu mungkin saja Inggris dan tahun depan AS. Persyaratan peminjaman pemerintah yang sangat besar ini berbahaya dan tidak akan pergi dan ekuitas pun tidak nyaman," ujarnya. (rin/bbc/yh) www.suaramedia.com
- Sistem Kode Pajak Pensiunan Inggris Bermasalah
- Terlilit Utang, Krisis Ekonomi Lebih Besar Menghantam Inggris
- Gelombang Imigrasi Timbulkan Tekanan Ekonomi AS
- Terlibat Konspirasi Boeing Ke Iran, Perusahaan Inggris Didenda AS
- Rem Kacau, Toyota Siap Tarik Prius Dari Pasaran














