Departemen Transportasi AS tengah menyelidiki masalah dengan rem tersebut pada desain Toyota Prius tahun 2010 setelah Toyota mengakui adanya masalah rem dengan jenis mobil tersebut.
Perusahaan produsen mobil asal Jepang tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah memperbaiki masalah dengan Prius pada bulan Januari.
Toyota sebelumnya telah melakukan penarikan terhadap delapan juta unit mobil di seluruh dunia karena kekhawatiran dengan pedal gas Prius.
"Ada alasan yang jelas untuk meyakini bahwa penarikan perlu dilakukan (di AS dan jepang), namun kami baru melakukan tahapan awal," kata direktur pengelola Toyota Inggris, Miguel Fonseca.
"Ada proses investigasi yang tengah berlangsung dan dilakukan oleh pihak berwajib masing-masing."
Badan Keselamatan dan Keamanan Transportasi AS telah menerima 124 laporan dari para pengemudi mengenai masalah yang mereka alami dengan pengereman, dalam laporan tersebut juga ada empat kasus kecelakaan.
Namun tidak ada laporan kejadian serupa di Inggris.
Investigasi tersebut akan menyoroti dugaan rem yang tidak berfungsi sementara ketika mobil Prius dibawa melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
Mengenai masalah rem tersebut, Toyota mengatakan bahwa kesalahan tersebut bukan merupakan risiko keselamatan dan mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan kecelakaan yang ada hubungannya dengan hal tersebut.
Kepada BBC, Fonseca mengatakan bahwa masalah rem tersebut bukan merupakan cacat produksi, namun memang sebuah karakteristik dari sistem ABS. "Di Inggris, masalah semacam ini tidak pernah terjadi."
Akan tetapi, ia mengatakan, "Kami merasa sangat kecewa karena telah mengecewakan para konsumen dan kami setuju bahwa kami seharusnya mengatasi (masalah ini) dengan lebih baik."
Pada hari Kamis, perusahaan pembuat mobil tersebut melaporkan keuntungan bersih sebesar 153 miliar yen ($1,68 miliar) untuk kuartal terakhir tahun 2009, jika dibandingkan dengan kerugian sebanyak 164 miliar yen yang tercatat satu tahun sebelumnya.
Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan untuk dapat mencapai angka penjualan yang lebih tinggi dan membukukan keuntungan tahun ini, meski juga merupakan hantaman berat terhadap reputasi perusahaan.
Toyota memperkirakan bahwa kerugiannya akan mencapai $2 miliar dan kerugian penjualan dari penarikan kendaraan yang diduga memiliki cacat pada pedal gas di seluruh dunia. Namun penarikan model Toyota Prius akan melambungkan angka tersebut menjadi lebih tinggi.
"Kerugian tersebut berpotensi semakin meningkat jika terbukti bahwa kepercayaan dan reputasi yang telah dibangun susah payah oleh perusahaan selama berpuluh-puluh tahun menjadi hancur dalam waktu semalam," kata wartawan bisnis BBC, Jorm Madlisen. (dn/bbc) www.suaramedia.com
- Atasi Defisit Anggaran, Yunani Larang Pensiun Dini
- Sistem Kode Pajak Pensiunan Inggris Bermasalah
- Terlilit Utang, Krisis Ekonomi Lebih Besar Menghantam Inggris
- Gelombang Imigrasi Timbulkan Tekanan Ekonomi AS
- Terlibat Konspirasi Boeing Ke Iran, Perusahaan Inggris Didenda AS














