Mantan kepala ekonom IMF, Simon Johnson, juga menyebut bahwa pada dasarnya negara-negara yang tergabung dalam kelompok G7 adalah negara-negara yang tidak berguna.
Komentar Johnson tersebut disampaikan kepada BBC pada saat para menteri keuangan negara-negara G7 membahas krisis ekonomi yang semakin besar melanda negara-negara zona Eropa (negara-negara Eropa yang menggunakan mata uang euro).
Sumber-sumber dalam Kementerian Keuangan mengatakan bahwa tiga lembaga keuangan besar telah menegaskan kembali status kredit triple A Inggris.
Ketika sebuah negara memiliki defisit anggaran besar, salah satu hal yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah, negara tersebut tidak dapat mencatatkan pengeluaran untuk mendongkrak ekonomi nasional.
Meski secara resmi Inggris dinyatakan keluar dari resesi pada kuartal keempat 2009 – yang sekaligus mengakhiri penurunan ekonomi selama enam kuartal berturut-turut – pertumbuhan yang dicatatkan hanyalah 0,1 % lebih sedikit dari yang diperkirakan.
"Memang benar bahwa jumlah pinjaman telah ditingkatkan sehingga pemerintah mampu melindungi ekonomi nasional dari hantaman krisis global," kata seorang juru bicara Departemen Keuangan.
"Namun, mendukung ekonomi negara melalui pemulihan harus dilakukan berbarengan dengan upaya membangun kembali kekuatan fiskal Inggris ketika pemulihan ekonomi sudah sepenuhnya terselesaikan."
"Itu yang menjadi alasan pemerintah dalam menyusun rencana untuk memangkas setengah defisit anggaran nasional dalam kurun waktu empat tahun ke depan, sembari melindungi layanan garis depan yang menjadi tempat bergantung masyarakat."
Pekan lalu, mata uang euro mencatatkan nilai tukar terendah terhadap dolar selama tujuh bulan. Para pialang saham khawatir jika utang yang mendera pemerintah Yunani dapat menular kepada negara-negara Eropa lainnya, seperti Spanyol dan Portugal.
Bursa saham juga mencatatkan penurunan tajam, pada saat para investor mempelajari defisit yang melanda negara-negara tersebut serta mempertanyakan komitmen dan kesanggupan mereka untuk mengatasinya.
Johnson sebelumnya mengatakan bahwa Inggris harus disejajarkan dengan negara-negara yang mendapatkan tekanan berat karena tingkat utang tersebut.
"Pasar keuangan mengawasi catatan fiskal dari negara-negara ini, dan agaknya mereka tidak menyukai apa yang terlihat," katanya.
"Yunani merupakan sebuah contoh ekstrem. Saya rasa Anda bisa melihat sendiri bahwa keadaan menjadi kacau dalam waktu begitu singkat, tapi sayangnya, kekuatan anggaran di negara-negara lain juga lemah."
"Saya juga harus menambahkan Inggris dalam daftar ini. Kecuali Anda bisa membujuk pasar dan mengatakan bahwa anggaran negara dapat dikendalikan di masa mendatang, Anda juga harus melakukan sejumlah tindakan nyata, dan membujuk masyarakat. Intinya, Anda berada dalam masalah besar."
Johnson juga menyebut bahwa pada dasarnya G7 merupakan organisasi yang tidak berguna, karena tidak mampu bereaksi cepat terhadap permasalahan yang terjadi dan memiliki pola pikir yang kadaluarsa.
"Negara-negara G7 seolah tengah tertidur. Ketika saya melihat informasi yang mereka rumuskan dalam pertemuan mereka, saya merasa sangat terkejut," katanya.
"Tampaknya mereka sama sekali tidak sadar bahwa sebagian besar wilayah Eropa tengah dihadapkan pada krisis serius, bukan hanya Spanyol, Yunani dan Portugal, tapi termasuk Irlandia. Saya rasa Italia juga cukup terguncang. Ada krisis serius yang terjadi di dalam zona Eropa."
Kritikan tajam Johnson terhadap G7 dilontarkan hanya berselang beberapa jam setelah pertemuan terakhir para menteri keuangan negara-negara tersebut. Dimana negara-negara Eropa harus meyakinkan kembali negara-negara sekutu mereka, AS, Kanada dan Jepang, mengenai kemerosotan keuangan yang melanda negara-negara zona Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, juga disetujui untuk tidak melibatkan IMF serta sepenuhnya menyerahkan permasalahan kepada Uni Eropa.
Menteri Keuangan Inggris, Alistair Darling, yang menghadiri pertemuan yang diselenggarakan di Kanada tersebut, mengatakan bahwa dunia sudah siap untuk menghadapi pemulihan ekonomi yang lambat namun pasti. Ia juga mengatakan bahwa paket stimulus pemerintah harus tetap dikucurkan hingga benar-benar dipastikan bahwa keadaan ekonomi telah pulih.
"Yang terpenting, kita semua sepenuhnya memegang komitmen untuk menjaga subsidi untuk menopang ekonomi nasional hingga kita yakin bahwa keadaan telah pulih, serta memastikan bahwa kita dapat merumuskan cara untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang di masa mendatang," katanya.
"Dalam 18 bulan terakhir, kita telah mampu keluar dari masa-masa yang amat sulit. Namun, jika kita lihat, saya rasa kita boleh yakin, meski harus tetap waspada, bahwa kita telah berada di jalur yang benar."
Akan tetapi, ucapan Darling ditepis oleh sang mantan ekonom IMF yang mengatakan bahwa dirinya sama sekali belum melihat adanya sosok pemimpin kuat Uni Eropa yang melangkah maju dan menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Johnson mengatakan bahwa ada banyak pihak yang masih menganut pola pikir yang kadaluarsa, tertinggal beberapa bulan, dan tidak menyadari bahwa sentimen di pasar keuangan telah berubah.
Tekanan terhadap Uni Eropa agar segera mengambil tindakan akan dibahas secara mendalam pekan ini ketika Presiden Majelis Eropa, Herman von Rompuy, memimpin KTT ekonomi khusus di Brussels. Dimana dalam pertemuan tersebut, keuangan Yunani, Spanyol dan Portugal akan dibahas lebih lanjut. (dn/bbc) www.suaramedia.com














