Hasil bulanan yang di luar perkiraan tersebut melebihi penurunan sebesar $4,57 miliar pada bulan Desember lalu dan dipusatkan pada kredit non-revolving (kredit bulanan), yang termasuk pinjaman pembelian mobil dan kapal baru.
Kredit revolving, sebuah kategori pinjaman dalam kartu kredit, mengalami penyusutan selama 16 bulan berturut-turut.
Para analis Wall Street yang menjadi responden jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa kredit konsumen untuk bulan Januari akan menyusut $4,5 miliar, bukannya mengalami kenaikan.
Kredit konsumen keseluruhan terakhir kali mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan bulan Januari pada bulan Juli 2008, ketika kredit melonjak sebanyak $7,29 miliar sebelum kemudian mengalami penyusutan seiring dengan hantaman krisis finansial yang melumpuhkan ekonomi AS.
Kredit nonrevolving naik $6,62 miliar pada bulan Januari, setelah mengalami kenaikan sebesar $4,82 miliar pada bulan Desember. Bank sentral AS tidak memberikan penjelasan mengenai kenaikan tersebut. SEjauh ini, angka penjualan mobil juga lemah.
Kredit Revolving mengalami penurunan $1,67 miliar setelah mencatatkan penurunan besar ($9,43 milar) pada bulan Desember lalu.
Konsumen semakin waspada dan memperketat pengeluaran. Bank-bank juga semakin mempersulit pengurusan kredit dan siap menaikkan tarif pemakaian kartu kredit.
Bulan Agustus tahun lalu, Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner, mengajukan permohonan kepada Kongres untuk menaikkan batasan utang AS.
"Penting jika Kongres mengambil tindakan sebelum batasan tersebut tercapau, sehingga para penduduk dan investor di sini dan di seluruh dunia bisa tetap yakin bahwa AS akan selalu memenuhi kewajibanya," kata Geithner dalam sebuah surat kepada pemimpin mayoritas Senat, Harry Reid, seperti dikutip Reuters.
Juru bicara wanita Departemen Keuangan menolak memberikan komentar mengenai surat tersebut.
Para pejabat Departemen Keuangan sebelumnya mengatakan bahwa batasan utang tersebut diterapkan pada kuartal akhir 2009.
Permintaan terbesar datang ketika Departemen Keuangan memangkas jumlah pinjaman untuk mendanai paket dana stimulus dan program dana talangan, untuk menyesuaikan dengan resesi hebat yang mengacaukan pemasukan dari sektor pajak.
Permintaan peningkatan limit utang tersebut membuat geram partai oposisi pemerintah yang sebelumnya menuding Presiden Barack Obama telah menghambur-hamburkan pengeluaran.
Geithner mendesak Reid agar tidak membiarkan politik menghambat kelayakan kredit AS. Ia menambahkan bahwa dirinya ingin bekerja sama dengan Reid untuk merealisasikan pembatasan utang.
"Kongres tidak pernah gagal dalam menaikkan batasan utang ketika diperlukan. Karena para anggota kedua partai (Demokrat dan Republik) samsama menyadari pentingnya menjauhkan masalah politik dari hal ini. Tindakan semacam ini umumnya mendapatkan dukungan kedua partai," tulis Geithner. (dn/yh/re) www.suaramedia.com
- Cuaca Buruk Inggris Penyebab Klaim Asuransi 650 Juta Pound
- Brazil Terapkan Sanksi Dagang Atas Sengketa Kapas
- Tinggalkan Kemewahan, Wanita Rajashtan Bangun Ekonomi Desa
- Second Life: Bisnis Dunia Maya Dengan Hasil Nyata
- Menteri Korsel Peringatkan Bahaya Kenaikan Suku Bunga














