Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Menteri Korsel Peringatkan Bahaya Kenaikan Suku Bunga

E-mail Cetak PDF

SEOUL (Berita SuaraMedia) – Menteri Keuangan Korea Selatan pada hari Senin (08/03) mengatakan bahwa pemulihan ekonomi negaranya masih terlalu rapuh untuk menahan kenaikan biaya pinjaman, memperingatkan bank sentral hanya beberapa hari menjelang rapat kebijakan penentuan tingkat bunga.

"Ini adalah pendapat pemerintah Korea Selatan bahwa kami tidak yakin ini merupakan saat yang tepat untuk menaikkan suku bunga," ujar Menteri Strategi dan Keuangan, Yoon Jeung-Hyun.

Yoon menyebutkan kekhawatiran atas sustainabilitas mandiri dari sektor swasta Korea Selatan, peningkatan pengangguran, dan tingkat hutang rumah tangga yang signifikan.

Pemerintah Korea Selatan telah berulangkali menyatakan kekhawatirannya mengenai risiko keluar terlalu dini oleh Bank Korea dari serangkaian pemotongan tingkat bunga mulai akhir tahun 2008 yang telah menurunkan biaya pinjaman menjadi dua persen.

Di bulan Januari, Kementerian Strategi dan Keuangan menggunakan haknya untuk ikut serta dalam rapat kebijakan bank sentral untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, mengirinkan seorang pejabat top sebagai pengamat. Kementerian mengatakan bahwa mereka menghormati independensi bank sentral namun menekankan dibutuhkannya koordinasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral selama masa krisis ekonomi.

Yoon mengekspresikan kepercayaannya bahwa komite kebijakan moneter bank sentral akan membuat sebuah keputusan yang masuk akal tentang bagaimana mengukur kemajuan tingkat bunga dan menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk ikut campur.

"Kami benar-benar ingin menghormati bahwa ini adalah sebuah keputusan yang dimiliki oleh komite dan kami ingin menghormati independensi mereka dalam membuat keputusan," ujar Yoon.

Bank sentral mengambil langkah-langkah peredaan moneter yang belum pernah ada sebelumnya untuk melawan dampak krisis finansial yang muncul setelah runtuhnya bank investasi AS, Lehman Brothers Holdings di bulan September 2008.

Bank ini telah membiarkan tingkat bunganya tetap sejak Maret 2009 saat ekonomi mulai stabil dan membaik. Mereka juga menurunkan tingkatnya ke level sekarang di bulan Februari tahun lalu.

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan melambat pada kuartal keempat tahun 2009 dengan kelemahan di bidang manufaktur, konstruksi dan ekspor, sebuah tanda bahwa pemulihan kuat negara tersebut dari krisis global mulai melemah.

Produk domestik bruto tumbuh 0.2% dalam tiga bulan di akhir bulan Desember 2009. Perekonomian Korea Selatan, terbesar keempat di Asia, telah berkembang 3.2% dalam kuartal ketiga, performa terkuatnya dalam tujuh tahun lebih.

Tingkat pengangguran negara tersebut naik menjadi 5% di bulan Januari saat jumlah orang yang mencari pekerjaan juga meningkat.

Dari akhir tahun 2008 hingga sepanjang 2009, pemerintah Korea Selatan memberikan stimulus hampir 44 miliar dolar AS ke dalam perekonomian dalam bentuk belanja tambahan dan pemotongan pajak.

Cepatnya pemulihan ekonomi Korea Selatan dari krisis ekonomi membuat para ekonom di bank-bank asing melihat dorongan kenaikan tingkat bunga sebagai hal yang menguntungkan, khawatir akan adanya gelembung aset dan overheating.

Namun, Seoul tidak terburu-buru. Waktu untuk strategi keluar dari krisis dirumitkan dengan pemilihan gubernur bank sentral mendatang.

Bank-bank internasional, yang menginginkan kenaikan tingkat bunga antara 75 hingga 150 poin, berharap gubernur terpilih akan cukup independen untuk memperketat kebijakan moneter di awal masa jabatannya, yang akan dimulai pada bulan April. (rin/yh/ft) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon