Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah menyetujui sanksi tersebut dalam sebuah kebijakan yang langka.
Brazil mempublikasikan daftar 100 barang-barang AS yang akan menjadi subyek tarif impor dalam 30 hari, kecuali kedua pemerintah mencapai kesepakatan dalam menit-menit terakhir.
Brazil mengatakan menyesali sanksi tersebut, namun delapan tahun litigasi telah gagal membuahkan hasil.
Mereka mengatakan akan menaikkan tarif terhadap produk-produk AS yang bernilai 591 juta dolar, mulai dari mobil, yang tarifnya akan naik dari 35% menjadi 50%, hingga susu bubuk, yang akan naik 20%.
Kapas dan produk kapas akan dikenai tarif impor sebesar 100%, tertinggi di dalam daftar.
Kantor Perwakilan Dagang AS menyatakan kecewa dengan keputusan Brazil dan meminta sebuah negosiasi penyelesaian.
Kritikus mengatakan bahwa AS telah memberikan para petani kapas di negaranya keuntungan yang tidak adil dengan membayar mereka milyaran dolar tiap tahunnya.
Di tahun 2008, WTO memutuskan bahwa subsidi untuk produsen kapas AS bersifat diskriminatif.
Carlos Marcio Cozendey, kepala urusan ekonomi di kementerian luar negeri Brazil, mengatakan dalam sebuah konferensi pers, "Idenya adalah untuk mendistribusikan pembalasan yang luar untuk memaksimalkan tekanan."
"Subsidi pertanian AS dikecam di seluruh dunia. Praktik kuno ini harus dihentikan," tambahnya.
Meski demikian, sejumlah analis mengatakan bahwa perubahan besar terhadap subsidi ini akan melibatkan modifikasi undang-undang pertanian – sebuah permintaan yang berlebihan bagi Kongres AS untuk melawan perekonomian yang sedang sulit dan latar belakang politik, ujar Gary Duffy dari BBC.
Perselisihan yang dimulai sejak tahun 2002 itu adalah salah satu dari sedikit di mana WTO telah mengijinkan pembalasan silang, berarti bahwa pihak yang disalahi boleh membalas melawan sebuah sektor yang tidak terlibat dalam kasus tersebut.
Tampaknya pemerintah Brazil telah sengaja memilih berbagai macam produk untuk mendapatkan dampak yang maksimum. (rin)
Peningkatan tarif terhadap produk-produk AS ini datang setelah WTO tahun lalu mengijinkan Brazil mengenakan penalti tahunan sebesar 829.3 juta dolar terhadap kepentingan ekonomi AS setelah pemberian subsidi anti-persaingan kepada para petani kapas Amerika.
Daftar barang-barang yang terkena tarif baru akan diserahkan kepada WTO di Jenewa pada hari Senin, dengan sebuah pemberitahuan bahwa sanksi akan mulai berlaku bulan depan.
Brazil mengatakan bahwa dengan memberikan subsidi kepada para petani kapasnya, AS telah berhasil mendapatkan kembali posisinya sebagai produsen kapas terbesar kedua di dunia. Cina adalah eksportir kapas terbesar, sementara Brazil berada pada peringkat kelima.
WTO telah mengecam subsidi tersebut dengan serangkaian keputusan yang juga didukung oleh negara-negara Afrika Barat, yang mengatakan bahwa subsidi AS telah melukai persaingan mereka di pasar internasional. WTO menemukan bahwa subsidi itu telah dengan tidak adil membantu produsen kapas AS menjual di bawah harga kompetitor asing dan menekan harga pasar dunia.
Sebagai respon atas kekalahan hukumnya, Kongres AS menghapus sejumlah kredit ekspor dan di tahun 2006 membatalkan sebuah program pemasaran kapas yang membayar eksportir dan pengguna pemintal domestik untuk membeli kapas Amerika yang berharga mahal.
Namun, di tahun 2008, AS menyetujui sebuah undang-undang pertanian baru senilai 300 milyar dolar yang membiarkan sejumlah program kapas tetap utuh. (rin/bbc/mn)www.suaramedia.com
- California Perkarakan Toyota Terkait Kasus Rem Blong
- Setelah Yunani, Italia Terancam Bom Waktu Kebangkrutan
- HSBC Swiss Akui Pencurian Besar-Besaran Data Kliennya
- Taipan Amerika Meksiko Geser Kejayaan Bill Gates
- Cuaca Buruk Inggris Penyebab Klaim Asuransi 650 Juta Pound















