Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Hung Parliament Sebabkan Anjloknya Saham Australia

E-mail Cetak PDF

CANBERRA (Berita SuaraMedia) – Perdagangan turun ketika pasar finansial dibuka di Australia, menyusul pemilu inkonklusif akhir pekan lalu.

Dolar Australia dan obligasi pemerintah jatuh nilainya.

Perdana Menteri Julia Gillard telah menggelar pembicaraan awal dengan kandidat-kandidat independen untuk mencoba membentuk sebuah pemerintahan setelah partai Buruhnya kehilangan mayoritas.

Gillard mengatakan akan terus memberikan pemerintahan yang stabil saat suara final dihitung.

Dolar Australia turun hampir 1% terhadap dolar AS dalam perdagangan awal, sebelum akhirnya pulih.

Gillard telah mengakui bahwa baik Partai Buruh maupun koalisi konservatif oposisi kemungkinannya kecil untuk memenangkan 76 kursi yang dibutuhkan untuk sebuah mayoritas.

Kantor berita ABC Australia memprediksi 72 kursi untuk Partai Buruh dan 73 kursi untuk konservatif.

"Jelas bahwa kedua partai tidak memperoleh hak untuk ke pemerintahan secara otomatis," ujar Gillard. Dia menambahkan bahwa Partai Buruh telah memenangkan sebagian besar suara secara keseluruhan di tingkat nasional, jika partai-partai kecil tidak dihitung.

Tapi pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan bahwa Partai Buruh jelas telah kehilangan mayoritas parlemennya dan legitimasinya.

"Ada perpindahan suara cukup besar melawan pemerintah," ujarnya. Abbott mengatakan dirinya juga telah menjalin kontak dengan kandidat independen.

Pemilihan berlangsung dua bulan setelah Gillard mengusir Kevin Rudd dalam sebuah tantangan kepemimpinan yang kontroversial.

Australia belum pernah mengalami hung parliament sejak tahun 1940.

Sejumlah anggota parlemen sekarang tampaknya memegang keseimbangan kekuasaan. Mereka termasuk tiga independen, seorang kandidat Partai Hijau, dan seorang independen yang kursinya belum dikonfirmasi.

"Adalah niat saya untuk menegosiasikan dengan keyakinan baik sebuah kesepakatan efektif untuk membentuk pemerintahan," ujar Gillard.

Dia menambahkan bahwa dirinya akan "terus menyediakan pemerintahan yang stabil dan efektif sesuai dengan proses demokratis kita sementara suara akhir dihitung dalam pemilu."

Tony Windsor, salah satu kandidat independen, mengatakan bahwa dia menerima dua telepon dari Gillard dan kemudian Abbott.

"Sudah jelas bahwa kami menyebutkan jika ada hung parliament maka mungkin harus ada beberapa diskusi," tambahnya.

Abbott mengatakan pemerintah telah kehilangan legitimasinya.

"Hampir tak dapat dibayangkan bahwa pemerintahan Partai Buruh yang muncul dari pemilu ini bisa memberikan pemerintahan yang kompeten dan stabil."

Abbott berusaha untuk mengeksploitasi perpecahan Partai Buruh setelah kepergian Rudd, berusaha untuk memotret koalisinya sebagai jawaban stabil pada pemerintah yang ditimpa perselisihan internal.

Dalam kampanyenya, dia telah berjanji untuk memperketat imigrasi dan mengecam pengeluaran pemerintah. Dia juga mengurangi skeptisismenya yang terkenal.

Gillard, mantan pengacara yang menyerukan sebuah pemilu sesaat setelah menjabat, berharap akan dihargai untuk penanganan pemerintah atas perekonomian, yang berhasil melalui resesi global dengan sangat baik.

Gillard memenangkan perlombaan kepemimpinan di bulan Juni tapi, terlepas dari kesuksesan itu, dukungannya turun dalam dua bulan sejak dia menjabat. (rin/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon