Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Pemotongan Tunjangan Inggris Pukul Keluarga Miskin

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Anggaran pemerintah koalisi yang diumumkan di bulan Juni telah paling memukul keluarga-keluarga termiskin, ujar sebuah  lembaga pemikir.

Institut Studi Fiskal (IFS) mengatakan bahwa langkah yang diumumkan di dalam Anggaran itu bersifat regresif.

Analisisnya menyatakan bahwa rumah tangga miskin akan paling kehilangan persentase pendapatan bersih akibat pemotongan tunjangan yang diumumkan di Anggaran.

Departemen Keuangan mengatakan tidak menerima temuan selektif dari IFS.

IFS sudah menantang klaim pemerintah bahwa Anggarannya progresif.

Laporannya menyimpulkan, "Saat semua pemotongan tunjangan dipertimbangkan, perubahan pajak dan tunjangan yang diumumkan dalam Anggaran darurat jelas-jelas regresif, rata-rata, mereka memukul rumah tangga termiskin lebih dari rumah tangga dengan pendapatan menengah ke atas."

Analisis IFS menyatakan bahwa pemotongan di beberapa area seperti tunjangan perumahan dan tunjangan cacat akan memukul keluarga termiskin sebesar 422 pound antara Anggaran dan bulan April 2014.

Itu berarti hanya 10% dari keluarga terkaya yang kehilangan lebih banyak uang dari Anggaran, daripada 60% dari mereka yang berada di lapis terbawah.

Laporan itu juga mempertanyakan keputusan pemerintah untuk menggunakan Indeks Harga Konsumen (CPI) alih-alih Indeks Harga Ritel (RPI) ketika menghitung subsidi-subsidi tertentu.

Disebutkan bahwa lebih dari tigaperempat penerima tunjangan terpengaruh oleh meningkatnya harga rumah, yang termasuk di dalam RPI.

Laporan itu menyebutkan bahwa "Rumah tangga berpendapatan rendah dari usia pekerja paling banyak kehilangan proporsi pendapatan dari reformasi pajak dan tunjangan dalam Anggaran darurat."

"Mereka yang paling sedikit kehilangan adalah rumah tangga dari usia pekerja tanpa anak dalam distribusi pendapatan menengah ke atas."

"Mereka tidak terpukul oleh pemotongan belanja kesejahteraan dan mereka adalah penerima manfaat terbesar dari peningkatan dalam penyisihan pajak penghasilan pribadi."

Dalam Anggaran bulan Juni George Osborne, kanselir meningkatkan VAT dari 17.5% menjadi 20% dan memotong belanja kesejahteraan.

Tunjangan anak dan pembiayaan sektor publik dibekukan dan dipotong 25% dari belanja jasa publik.

Menteri Pensiun dan Pekerjaan bayangan Yvette Cooper  menuduh pemerintah melakukan serangan mengejutkan yang tidak adil terhadap anak-anak dan keluarga.

"Kanselir mengklaim bahwa Anggarannya tidak meningkatkan kemiskinan anak-anak tapi itu karena dia dengan sengaja tidak memperhitungkan pemotongan dalam tunjangan perumahan, tunjangan cacat, dan kredit pajak anak-anak yang paling keras memukul para keluarga."

"Pemikiran bahwa keluarga termiskin dengan anak-anak harus menjadi pihak yang terpukul paling keras adalah mengerikan dan memberikan kebohongan pada klaim George Osborne bahwa Anggarannya bersifat progresif," ujarnya.

Juru bicara Departemen Keuangan mengatakan, "Pemerintah tidak menerima analisis IFS."

"Analisis itu bersifat selektif, mengabakan efek pro-pertumbuhan dan pekerjaan dari langkah Anggaran – seperti membantu rumah tangga berpindah dari tunjangan ke pekerjaan, dan pengurangan dalam pajak korporasi."

Dia menambahkan, "Tidak mengambil tindakan apa-apa itulah yang akan bersifat regresif, membebani pembayar pajak di masa kini dan masa depan dengan meningkatnya risiko kegagalan ekonomi." (rin/bbc/sky) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon