Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

"Bernanke Bohong Soal Pertumbuhan Ekonomi AS"

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Kepala Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa prospek ekonomi AS tidak pasti, tapi dia meremehkan kemungkinan resesi lain.

Kepala ekonom Mike Norman dari John Thomas Financial mengatakan bahwa dia mulai melihat Bernanke lebih sebagai penghalang ke pemulihan daripada penolong.

"The Fed sudah merekayasa suku bunga ke tingkat terendah sepanjang sejarah, dan kita melihat bahwa ini bukan resesi yang berasal dari tingginya tingkat bunga yang perlu diturunkan.  Maksud saya, tingkatnya sangat sangat rendah sekarang. Kita mengalami krisis permintaan dan tingkat bunga rendah yang akut, dan seharusnya sudah jelas bagi dirinya sekarang bahwa dia tidak menstimulasi permintaan apapun untuk mengangkat perekonomian," ujar Norman.

Dia melihat pernyataan Bernanke tentang perekonomian itu mengherankan, merujuk pada pernyataannya tentang kebijakan fiskal sebagai sebuah solusi temporer. Norman berpendapat bahwa Bernanke telah membawa sebuah ideologi yang menjadi hambatan besar bagi pemulihan ekonomi AS.

Bernanke telah menjelaskan bahwa dia melihat perekonomian berbalik dan mulai pulih.

"Jika ini adalah sebuah pemulihan, maka ini adalah pemulihan yang buruk," ujar Norman.

Norman menjelaskan bahwa jika perekonomian AS berada dalam fase pemulihan maka "kita pasti sudah melihat pertumbuhan berada di atas tingkat 1.6% yang sekarang."

"Semakin lama kita berdiam diri dan hanya berharap serta berdoa bahwa perekonomian, entah bagaimana caranya, berhasil memulihkan diri, seperti yang dikatakan Bernanke harus ada pemulihan dalam belanja konsumen dan investasi bisnis. Tapi pertanyaan jelasnya adalah bagaimana kau bisa memulihkan belanja konsumen ketika tingkat penganggurannya saja mencapai 10%, sekitar 20 juta orang tidak memiliki pekerjaan, itu tidak akan terjadi," ujar Norman.

Norman berargumen bahwa kebijakan yang ada sekarang tidak akan menyelesaikan masalah dan akan menurunkan nilai dolar serta mengurangi standar kehidupan rakyat Amerika.

Bernanke tahu yang sebenarnya, ujar Norman, tapi dia tidak mau mengatakannya.

"Dia tidak jujur dan tidak tulus," ujar Norman.

Kepala Federal Reserve itu telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah agresif untuk mendorong perekonomian AS jika prospeknya memburuk, saat laju pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia melambat dengan cepat di kuartal kedua.

Tapi Ben Bernanke mengatakan prospek ekspansi ekonomi di tahun 2011 masih tetap ada terlepas dari pengurangan pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi menjadi 1.6% untuk periode April-Juni.

Revisi pertumbuhan separuh lebih dari 3.7% di kuartal pertama dilakukan di tengah defisit perdagangan besar dan lemahnya investasi persediaan swasta, menandakan perlambatan yang lebih buruk dalam pemulihan dari resesi.

Gedung Putih mengakui bahwa estimasi yang lebih rendah berarti lebih banyak kerja yang dibutuhkan untuk menjaga pemulihan tetap pada jalurnya.

"Pertumbuhan ekonomi dalam empat kuartal berturut-turut selalu positif, tapi angka yang direvisi itu berarti masih sangat banyak yang harus kita terus lakukan untuk menjaga alur pemulihan," ujar seorang pejabat pemerintahan Presiden Obama di Massachusetts.

Bahkan jika pertumbuhan tersendat, badan kebijakan bank sentral siap untuk bertindak tegas.

Komite Pasar Terbuka Federal siap untuk menyediakan akomodasi moneter tambahan melalui langkah-langkah yang tidak konvensional jika terbukti diperlukan, terutama jika prospeknya memburuk secara signifikan, ujar Bernanke.

Itu adalah sinyal terkuatnya tapi bank sentral bisa melanjutkan pembelian hutang jangka besarnya jika ekonomi memburuk, sebuah langkah yang akan menambah neraca Federal Reserve yang sudah bengkak.

Bernanke mengatakan bahwa The Fed memiliki senjata yang cukup untuk mengguncang ekonomi dari perlambatan tajam, menepis kritik dari sejumlah analis bahwa bank sentral telah terpojok.

"Masalahnya pada tingkat ini bukan apakah kita punya alatnya untuk membantu mendukung kegiatan ekonomi dan menjaga dari disinflasi," ujarnya. "Kita punya tapi masalahnya adalah apakah manfaat dari tiap alat, terkait stimulus tambahan, melebihi biaya atau risiko terkait dari menggunakan alat tersebut," ujarnya menekankan.

The Fed sudah mengucurkan ratusan milyar dolar ke dalam perekonomian sejak krisis perumahan memicu krisis keuangan terburuk dalam puluhan tahun dan menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi di bulan Desember 2007. (rin/rt/yh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon