Npower, Scottish Power, Scottish and Southern Energy, dan EDF Energy semuanya menerima pertanyaan tentang penjualan kontrak-kontrak energi melalui telepon dan bertemu langsung.
Ofgem mengatakan menerima informasi dari berbagai sumber yang mengatakan bahwa mereka kemungkinan telah melanggar peraturan.
Kuartet itu mengatakan akan bekerjasama dengan Ofgem dalam penyelidikan tersebut.
Penelitian oleh regulator di tahun 2008 menemukan bahwa dari mereka yang mengganti pemasok energinya, lebih dari separuh melakukannya sebagai respon terhadap kontak dengan seorang wiraniaga.
Tapi ditemukan bahwa banyak yang mengganti setelah penjualan dari pintu ke pintu itu berakhir dengan tarif yang lebih mahal karena mereka tertipu, atau kesulitan membandingkan tagihan.
Akibatnya, Ofgem mengeluarkan peraturan baru akhir tahun lalu yang bertujuan untuk memperketat proses penjualan. Persyaratan baru ini termasuk:
- Memasok pelanggan dengan sebuah perkiraan sebelum penjualan langsung dipastikan.
- Memberikan, dalam banyak kasus, perbandingan antara tawaran yang baru dan kesepakatan yang sudah dimiliki pelanggan.
- Aktif mencegah kesalahan penjualan ke pelanggan baik secara langsung maupun melalui telepon.
Keempat perusahaan energi itu menghadapi investigasi mengenai apakah kesepakatan lisensi baru itu sudah melanggar.
"Kami harap semua pemasok mematuhi peraturan yang lebih ketat ini, tapi jika investigasi kami menemukan hal yang sebaliknya, kami akan mengambil tindakan tegas," ujar Andrew Wright dari Ofgem.
Regulator memiliki kekuasaan untuk mengenakan denda pada sebuah perusahaan sampai 10% dari pendapatannya jika ditemukan pelanggaran.
Sebelumnya, di bawah peraturan kesalahan penjualan yang terdahulu, Ofgem mendenda Npower sebesar 1.8 juta pound pada tahun 2008. London Electricity – yang sekarang menjadi bagian dari EDF Energy – didenda 2 juta pound pada tahun 2002.
Pandangan yang diekspresikan oleh keempat perusahaan energi menyatakan bahwa mereka akan membantah keras klaim salah menjual.
David Mannering, direktur regulasi ekonomi perusahaan di Npower, mengatakan, "Kami mendukung penuh Ofgem dalam memastikan pelanggan memahami dengan jelas produk-produk yang ditawarkan pada mereka dan kami yakin bahwa proses yang kami jalani sebagai gantinya ini berarti bahwa kami mematuhi kewajiban peraturan kami."
Scottish Power memiliki tingkat keluhan paling tinggi dari 100,000 pelanggan yang menelepon saluran Consumer Direct tahun ini. Tapi, tidak semua keluhan itu dibenarkan, karena hanya merupakan pandangan dari pelanggan.
Juru bicaranya mengatakan bahwa perusahaan akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ofgem.
"Scottish Power bersikukuh pada standar tertinggi yang mungkin bagi semua agen penjualan kami dan berinvestasi pada pelatihan dan pengembangan untuk memelihara standar ini," ujarnya.
EDF Energy mengatakan bahwa perusahaan itu yakin telah mematuhi sepenuhnya peraturan yang ada dan melatih stafnya sepenuhnya. Semua penjualan baru diverifikasi melalui telepon untuk mengonfirmasi niat pelanggan mengganti kesepakatan.
SSE juga yakin telah mematuhi peraturan yang baru.
"Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, kami menanggapi serius semua persoalan pelanggan kami dan akan meminta setiap calon pelanggan dan pelanggan lama untuk menghubungi kami jika mereka khawatir, dan kami akan bekerjasama dengan mereka untuk menyelesaikan situasi yang ada," ujar SSE.
Christine McGourty, direktur Energy UK, yang mewakili perusahaan gas dan listrik terdepan itu mengatakan "Perusahaan-perusahaan yang terlibat akan bekerjasama penuh dengan penyelidikan Ofgem dan menunggu detail lebih jauh dari regulator." (rin/bbc) www.suaramedia.com














