Sekitar 85,000 rumah tangga telah didekati oleh salesman dari pintu ke pintu sejak awal musim panas, menurut badan industri Energi Inggris.
Tapi pelanggan yang membeli kredit pasar gelap separuh harga itu pada akhirnya bisa diharuskan membayar lagi untuk penggunaan energi.
Regulator energi Ofgem telah meminta sebuah laporan tentang bagaimana penipuan itu bisa muncul.
"Kami ingin Energy UK mengemukakan bagaimana mungkin penipuan ini bisa muncul, dan kapan pertama kali terdeteksi," ujar CEO Ofgem, Alistair Buchanan.
Dia mengatakan bahwa laporan itu akan memungkinkan regulator untuk mempertimbangkan pelajaran apa yang bisa dipetik dan bagaimana penipuan itu bisa dicegah.
Kelompok penjahat, yang kadang mengklaim berasal dari perusahaan energi, biasanya menawarkan pengukur prabayar seharga 50 pound, separuh dari harga resminya.
Salesman kemudian mendorong kunci tiruan ke pengukur milik pelanggan untuk menambahkan kredit.
Pelanggan mendapatkan tambahan listrik tapi karena kreditnya ilegal, mereka pada akhirnya juga harus membayar pemasok energi mereka, secara efektif dua kali membayar.
Lebih dari tiga juta orang di Inggris menggunakan pengukur listrik prabayar.
Semua pemasok listrik besar terkena dampaknya. Mereka menulis atau menelepon pelanggan di England, Wales, dan Skotlandia untuk memperingatkan mereka akan penipuan itu.
Mereka mendesak orang-orang untuk menggunakan outlet resmi untuk membeli top-ups seperti kantor pos, PayPoint, atau Payzone dan mengingatkan mereka bahwa perusahaan energi bisa mengidentifikasi rumah-rumah yang memakai listrik tapi tidak membayarnya dengan legal.
"Persis seperti ketika kau membeli sesuatu yang palsu secara online – tiket pertandingan sepakbola atau konser musik misalnya – pada akhirnya kaulah yang akan kehilangan," ujar Christine McGourty, direktur Energy UK.
Dia menambahkan bahwa orang-orang di balik penjualan ilegal itu tengah dicari saat ini.
"Perusahaan energi bertekad untuk menyeret mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini ke pengadilan dan bekerjasama dengan kepolisian lokal dan nasional untuk memberantas kegiatan ilegal ini."
Juru bicara Energy UK mengatakan tidak ada data yang menunjukkan berapa banyak dari 85,000 rumah tangga yang terpengaruh yang telah diminta untuk membayar lagi penggunaan listrik mereka.
Namun, bersama dengan pengawas Consumer Focus, badan industri itu telah memproduksi poster yang memperingatkan tentang penipuan tersebut.
Sang juru bicara menekankan bahwa tidak ada penjual top-ups pengukur listrik dari pintu ke pintu. Pelanggan diminta untuk melaporkan ke Crimestopper siapapun yang mereka ketahui menjual top-ups secara ilegal. (rin/bbc) www.suaramedia.com














