Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

"The Power of Kepepet", Lahirkan Sukses Dengan Modal Dengkul

E-mail Cetak PDF

Seringkali, kita berpikir, bahwa untuk menjadi pengusaha sukses, haruslah melakukan sesuatu dengan ide yang besar dan cemerlang. Kenyataanya tidak selalu seperti itu. Banyak, jenis usaha yang modalnya kecil, operasionalnya sederhana, "tidak njimet" namun keuntungannya bisa puluhan juta per bulan.
Berikut contoh-contoh bisnis modal kecil dengan profit puluhan juta per bulan :

1. Warung Tenda Pecel Lele :
Ikan lele memang jenis ikan yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Biasanya, warung tenda yang biasanya berada di trotoar ini, juga menawarkan menu lainnya seperti ikan bawal, cumi, kerang, udang, dan kepiting. Tapi, biasanya omset terbesar disumbang oleh menu pecel lele. Banyak orang meremehkan bisnis warungan yang biasa dinamakan Sari Laut ini. Namun bila dikelola dengan benar, bisnis ini menghasilkan keuntungan yang menggiurkan.

Perhitungan keuntungan :
Tiap porsi plus minuman dingin, rata rata harganya Rp. 10.000,-.
Bila dalam setengah hari (dari jam 18.00 sampai jam 24:00) ada 100 pengunjung, maka omset per hari adalah Rp. 1.000.000,-. Anggap saja, tidak seramai itu, misalnya hanya beromset Rp. 500.000,- per hari, maka dalam sebulan diperoleh omset Rp. 15.000.000,- / bulan. Setelah dipotong bahan baku, bayar pegawai, sewa tempat di pinggir jalan, dan biaya operasional lainnya, anggaplah keuntungannya 20% atau Rp. 3.000.000,- per bulan.
Lumayan kan ? Nah, bagaimana kalau Anda seperti salah satu pengusaha warung pecel lele pinggir jalan di Jakarta yang mampu memiliki 30 warung. Keuntungan dia berarti Rp. 90.000.000.- per bulan !!

2. Tenda Teh Botol :
Bila gerobak dan cool box nya dapat pinjaman dari sponsor, misalnya freshtea atau sosro, maka modal bisnis ini bisa dikatakan nyaris nol. Paling cuman butuh deposit ke agen atau biaya kulakan minuman saja.

Mari, kita hitung keuntungannya :
Per botol biasanya untung sekitar 1300 rupiah. Bila tempat tenda cukup ramai, Anda bisa jual 100 botol per hari. Artinya omset per hari : Rp. 130.000,-. Kalau satu bulan ada 30 hari kerja, maka omset perbulan adalah Rp. 3.900.000,-. Biaya gaji pegawai katakanlah Rp. 1.000.000,- per bulan. Biaya sewa tempat (paling cuma butuh lokasi dua meter persegi) dan retribusi Rp. 900.000,- per bulan. Maka masih ada sisa keuntungan bersih sebesar Rp. 2.000.000,- per bulan.

Bagaimana kalau Anda punya 30 tenda ? Keuntungan bisa sampai Rp. 60.000.000,- per bulan !!

"Setiap usaha itu bagus, asalkan kita tekuni dengan serius dan jalankan dengan benar maka usaha itu akan berbuah lebat". Ketika sejumlah motivasi membuka usaha hanya menawarkan sisi 'impian' atau 'iming-iming', besar kemungkinan untuk tak mengimplementasikannya. Maka 'kepepet' adalah sisi motivasi yang tak terbantahkan. Setidaknya, hal inilah yang diungkapkan oleh motivator Jaya Setiabudi di acara bedah bukunya dalam rangkaian Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Jaya mengklaim kekuatan 'kepepet' ini sebagai cara tercepat dan terampuh untuk mendorong seseorang berani memulai usahanya dan menghasilkan omset paling tidak Rp 10 juta. Apa rahasianya? Menurut Jaya, kreativitas manusia muncul ketika dirinya dalam keadaan terdesak. Keadaan inilah yang didefinisikannya sebagai 'kepepet'.

Oleh karena itu, Jaya mendesak setiap orang yang mau jadi seorang pengusaha untuk menempatkan diri dalam keadaan kepepet. "Misalnya membayangkan seolah-olah orang tua kita itu akan di-PHK atau seolah-olah orang tua kita akan meninggal dan kita akan sangat menyesal karena belum membahagiakan dia, itu power of kepepet. Tentu saja hanya visualisasi ya bukan kenyataan," tutur Jaya.

Maksud Jaya, dalam kondisi seperti ini, modal sebagai faktor kendala nomor satu untuk mengimplementasikan cita-cita usaha pasti akan diusahakan semaksimal mungkin. Jaya sempat memperlihatkan sebuah tayangan singkat tentang orang yang bisa memanjat dengan cepat setinggi lima meter karena dikejar oleh macan. "Itulah the power of kepepet," ujar Jaya.

Cara pertamanya, tentu saja harus menciptakan kondisi kepepet bagi diri sendiri, misalnya dengan menawar sebuah kios atau ruko meski tak punya uang. Memulai dengan bertanya, menawar harga dan membayar uang mukanya dengan uang yang dimiliki, tentu tak merepotkan. Yang merepotkan adalah proses setelah itu. Jika sudah sampai tahap ini, Jaya menegaskan bahwa seseorang sudah masuk dalam keadaan kepepet.

Kemudian, Jaya mendorong untuk terus maju. Tetapkan target terlebih dahulu sebelum membuat rencana. Tentu saja, bagi orang awam, 'ajaran' Jaya dinilai nekat. Tak cukup modal dan belum berencana kok berani-beraninya mulai usaha. Namun, justru di sinilah seninya, ungkap Jaya. "Di sini kita berlatih memelarkan otak," tandas Jaya sambil tertawa.

Namun, di sisi lain, Jaya tetap menganjurkan prinsip merintis dari bawah dengan hanya memanfaatkan harta benda yang sudah dimiliki mampu menghasilkan omset minimal Rp 3 juta misalnya. Mencoba bisnis makanan, lebih baik. Karena untung bisnis ini biasanya lebih dari 100 persen. Lalu berkreativitaslah untuk menciptakan iklan gratis. Misalnya, meminta sepupu atau keponakan yang masih remaja untuk mengirim salam dan me-request lagu di salah satu stasiun radio.

"Minta aja ke mereka ngirim salam misalnya untuk Bakmi Mbah Mo yang enak banget, salam sayang ya," ujar Jaya kocak. "Kalau sepuluh anak saja yang begitu, terkenal kan," lanjutnya diikuti gelak tawa peserta bedah buku.

Satu strategi yang agak berbeda dengan cara sebelumnya adalah berusaha bukan dari titik nol dengan menawarkan sistem franchise kepada kios-kios kuliner yang cukup laku namun belum memiliki cabang di tempat lain. Jaya sudah membuktikannya sejak memulai bisnis di tahun 1998.

Jatuh bangun juga dialaminya namun dia tak menyerah. Kemudian dia membagikan pengalamannya ini di kelas-kelas Enterpreneur Camp yang didirikannya. Barulah sekitar 2.5-3 tahun yang lalu, buku ini ditulis. "Tentu saja ini terlebih dahulu saya uji coba di 40 kota di Indonesia melalui 20 kelas seperti tahun lalu karena saya takut buku ini nggak proven kan," tandas Jaya.

Sebagian besar buku motivasi wirausaha yang beredar di pasaran hanya menyentuh satu sisi motivasi saja yaitu : impian atau iming iming. Padahal masih ada satu lagi sisi lain motivasi yang telah terbukti mengantarkan banyak orang untuk menjadi pengusaha sukses. Buku The Power Of Kepepet ini mengungkapkan sisi motivasi yang belum banyak diulas oleh berbagai buku yang beredar, dimana motivasi tersebut tidak memberikan pilihan bagi Anda untuk mundur!!

Bahkan dua pegusaha kelas kakap di Indonesia yaitu Bob Sadino ( pengusaha Agribisnis) dan Purdie E Chandra ( Pendiri Bimbingan Belajar Primagama) turut berkomentar tentang buku ini. Bob Sadino mengatakan "Spirit dan keberanian yang saya miliki, ada di buku ini !!"

Sedangkan Purdie E. Chandra berkomentar, "Buku ini sangat berbahaya bagi karyawan. Jika buku ini tersebar luas, bisa menyebabkan Indonesia makmur !!" (fn/i2d/km) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon