Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Usia Ibu Sebabkan Autisme Pada Anak

E-mail Cetak PDF

Dibandingkan pria, wanita yang mempunyai bayi dalam usia yang tak muda lagi lebih meningkatkan risiko anak dengan austisme. Demikian hasil studi baru yang menganalisa temuan dari lebih dari 5 juta kelahiran.

Perbandingannya begini: wanita yang berusia di atas 40 tahun memiliki risiko 50 persen untuk mendapatkan anak dengan autisme daripada mereka yang melahirkan di usia 20 tahunan. Studi juga menyatakan, risiko terjadi kurang dari 4 dari 1.000 kelahiran. Sedangkan risiko pria berusia di atas 40 tahun lebih tinggi 36 persen daripada pria yang mempunyai anak di usia 20 tahunan.

Penemuan, yang dirilis di Journal Autism Research edisi Februari ini, bertentangan dengan penelitian lain yang mengatakan bahwa usia ayah memainkan peran yang lebih besar daripada usia ibu. Para peneliti dan pakar autisme lain mengatakan bahwa penelitian baru ini lebih meyakinkan, sebagian karena lingkup penelitian yang lebih luas. Ibu berusia matang diketahui memiliki risiko yang meningkat untuk mendapatkan anak dengan kelainan genetik, dan gen diperkirakan memegang peran dalam autisme.

Autisme adalah kelainan yang berkembang, yang menimbulkan masalah perilaku, komunikasi, dan sosialisasi yang ringan maupun berat.

Resiko kecil

Meskipun demikian, menurut Maureen Durkin, peneliti dari University of Wisconsin yang juga mempelajari pengaruh usia orangtua terhadap autisme, peningkatan risiko ini termasuk kecil. Banyak juga bayi yang lahir dari ibu berusia matang tidak mengalami autisme. Karena itu menurutnya, risiko rendah untuk autisme ini hanyalah merupakan pesan yang perlu dipertimbangkan oleh calon orangtua.

Studi ini mempelajari 5,6 juta kelahiran bayi di California antara 1 Januari 1990 dan 31 Desember 1999, dan kasus-kasus autisme yang didiagnosa sebelum usia 6 tahun. Secara total jumlahnya lebih dari 13.000; sedangkan studi tersebut menganalisa 12.159 anak autis dimana usia orangtuanya juga diketahui.

Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diagnosis autisme, termasuk pendidikan dan ras orangtua.

Sementara itu Catherine Lord, direktur Autism and Communication Disorders Center di University of Michigan, mengatakan bahwa studi ini lebih kuat daripada penelitian sebelumnya yang memfokuskan pada usia ayah. Hal ini, menurutnya, memberikan gambaran yang lebih penuh mengenai apa yang sedang terjadi.

Data belakangan ini menyebutkan bahwa 1 dari 100 anak di Amerika mengalami autis, angka yang tampaknya telah meningkat dalam dekade terakhir. Para ahli meyakini bahwa peningkatan ini mencerminkan kesadaran yang lebih baik dan definisi autis yang meluas ketimbang peningkatan terhadap anak-anak yang mengidapnya.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu berusia tua memang telah meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini, tetapi mungkin hanya menyumbangkan sebagian kecil dari peningkatan dalam kasus-kasus, demikian pendapat salah satu penulis studi yang juga peneliti UC-Davis, Irva Hertz-Picciotto.(kompas.com) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon