<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0"  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Berita Terbaru</title>
        <description></description>
        <link>http://www.suaramedia.com/</link>
        <lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 12:59:41 GMT</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)</generator>
        <image>
            <url>[Tab]</url>
            <title>Portal Berita Dunia Islam &amp;amp; Indonesia Terbaru &amp;amp; Terkini Hari Ini</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/</link>
            <description><![CDATA[Portal Berita Dunia Islam &amp; Indonesia Terbaru &amp; Terkini Hari Ini]]></description>
        </image>
		<atom:link href="http://www.suaramedia.com/component/ninjarsssyndicator/?feed_id=1&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />        <item>
            <title>Imam Rauf: Pusat Islam Adalah Urusan Keamanan Nasional</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28730-imam-rauf-pusat-islam-adalah-urusan-keamanan-nasional.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/1mam_feisal_abdul_rauf.jpg" border="0" alt="Imam Faisal Abdul Rauf menghadiri pertemuan kuliah yang diselenggarakan Sekolah Negeri Dubai di Teluk Emirat pada 31 Agustus 2010. Rauf bersikeras melaksanakan rencana pembangunan Pusat Islam di New York meski menerima beragam tentangan. (Foto: Getty Images)" title="Imam Faisal Abdul Rauf menghadiri pertemuan kuliah yang diselenggarakan Sekolah Negeri Dubai di Teluk Emirat pada 31 Agustus 2010. Rauf bersikeras melaksanakan rencana pembangunan Pusat Islam di New York meski menerima beragam tentangan. (Foto: Getty Images)" align="left" />NEW YORK (Berita SuaraMedia) Pemimpin agama dibalik rencana pembangunan pusat Islam dan Masjid beberapa blok dari ground zero New York mengatakan bahwa keamanan nasional Amerika bergantung pada bagaimana mereka menangani kontroversi tersebut.</p>
<p>"Jika kita pindah dari lokasi tersebut, ceritanya akan menjadi pihak radikal telah mengambil alih percakapan," Imam Feisal Abdul Rauf mengatakan pada reporter CNN Soledad O'Brien dalam "Larry King Live."</p>
<p>"Tajuk utama dalam dunia Muslim akan berbunyi Islam sedang diserang."</p>
<p>Imam yang berulang kali mengatakan misinya adalah untuk menawarkan perdamaian dan membangun jembatan diantara agama-agama, mengatakan ia juga berbicara tentang "para radikal" di kedua sisi perdebatan tentang pusat Islam. "Keamanan nasional kita sekarang bergantung pada bagaimana kita menegosiasikan hal ini, bagaimana kita berbicara tentang ini."</p>
<p>"Medan tempurnya adalah diantara melunakkan segala sisi… dan radikal di semua sisi," ujarnya.</p>
<p>Memindahkan proyek itu ke lokasi lain akan menguatkan kemampuan radikal untuk mengajak pengikut dan akan meningkatkan kekerasan terhadap warga Amerika, ujar imam.</p>
<p>Rauf mengatakan "tidak ada yang berubah" ketika ditanya apakan ia akan mempertimbangkan untuk memindahkan lokasi.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:28:52 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28730-imam-rauf-pusat-islam-adalah-urusan-keamanan-nasional.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Tak Ada Alternatif, Muslim Hadapi Resiko Masjid Dudley</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28728-tak-ada-alternatif-muslim-hadapi-resiko-masjid-dudley.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/anggota_edl_demo.jpg" border="0" alt="Ratusan anggota EDL memenuhi wilayah Dudley, dimana sebuah Masjid rencananya akan didirikan. Tak menemukan alternatif lain, Masjid itu tetap akan didirikan di lokasi semula. (Foto: Reuters)" title="Ratusan anggota EDL memenuhi wilayah Dudley, dimana sebuah Masjid rencananya akan didirikan. Tak menemukan alternatif lain, Masjid itu tetap akan didirikan di lokasi semula. (Foto: Reuters)" align="left" />DUDLEY (Berita SuaraMedia) – Para pemimpin Muslim akan maju dengan sebuah kontroversi Masjid multi-juta pound di pusat kota Dudley setelah mengabaikan harapan-harapan sebuah tempat alternatif yang akan ditemukan.</p>
<p>Asosiasi Muslim Dudley (Dudely Muslim Association – DMA) mengatakan bahwa pihaknya "tidak memiliki pilihan lain" kecuali mempersiapkan sebuah aplikasi perencanaan penuh untuk sebuah pusat komunitas dan Masjid  di atas tanah di Hall Street. Pimpinan Khurshid Ahmed mengatakan bahwa para anggota tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Mereka telah memutuskan untuk mengejar proposal Hall Street, yang diharapkan berharga di atas £ 12 juta dan untuk perijinan perencanaan trsebut telah diamankan. Rincian perencanaan pastinya pada Juli tahun depan.</p>
<p>Berita tersebut merupakan sebuah palu yang meledak bagi Dewan Dudley. Pihaknya telah terlibat dalam berbulan-bulan negosiasi yang halus dengan DMA atas Hall Street, yang telah menarik protes yang besar. Ototitas tersebut mengklaim pada Mei bahwa DMA telah menyetujui untuk menyingkirkan skema tersebut dengan dukungan dari sebuah proposal yang diperkecil di Castle Hill. Proposal Castle Hill kemudian dikesampingkan, memicu sebuah pencarian baru untuk tempat-tempat baru.</p>
<p>Ahmed mengatakan: "Kami tidak memiliki pilihan lain kecuali melanjutkan dan membuat sebuah aplikasi perencanaan penuh untuk Hall Street. Saya sangat kecewa bahwa dewan telah tidak dapat muncul dengan]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:28:35 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28728-tak-ada-alternatif-muslim-hadapi-resiko-masjid-dudley.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Bahas Pembakaran Al-Qur'an, Muslim Temui Pendeta AS </title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28729-bahas-pembakaran-al-quran-muslim-temui-pendeta-as-.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/1mam_muhammad_musri.jpg" border="0" alt="Imam Muhammad Musri, presiden Masyarakat Islam Florida Tengah, berdiri di luar Gereja Dove World Outreach sebelum berbicara dengan pimpinan Gereja, Terry Jones pada 8 September 2010. (Foto: Reuters)" title="Imam Muhammad Musri, presiden Masyarakat Islam Florida Tengah, berdiri di luar Gereja Dove World Outreach sebelum berbicara dengan pimpinan Gereja, Terry Jones pada 8 September 2010. (Foto: Reuters)" align="left" />GAINESVILLE (Berita SuaraMedia) Imam Muhammad Musri, presiden Masyarakat Islam Florida Tengah, muncul dari pertemuan dengan Pendeta Terry Jones dan mengatakan ia berharap pemimpin gereja yang sangat anti-Islam ini bisa membatalkan rencana untuk membakar salinan Qur'an dalam peringatan 11 September hari Sabtu mendatang.</p>
<p>"Saya pikir orang ingin melakukan hal yang benar, ingin secara layak mewakili agamanya dan tidak ingin disebut 'kafir' atau 'anti-sesuatu'," Musri mengatakan setelah pertemuan selama 30 menit dengan Jones, kepala Pusat Dove World Outreach, sebuah gereja non-denominasional. "Dia seorang anti-teroris, seperti kita semua."</p>
<p>Jones, yang di bulan Juli lalu menerbitkan buku berjudul "Islam Bagian dari Setan," mendahului pertemuan tidak direncanakan antara dua pria dari agama yang berbeda dengan pengumuman singkat dimana ia membenarkan komitmennya untuk membakar kitab suci umat Islam tersebut.</p>
<p>Rencana tersebut telah memantik gelombang api internasional dan ditolak oleh Jenderal Petraeus, Sekretaris Dalam Negeri Hillary Clinton dan Paus Benedict XVI.</p>
<p>"Saat ini, kami tidak berniat membatalkan," Jones mengatakan pada para reporter. "Kami tidak yakin mengambil langkah mundur adalah tindakan tepat."</p>
<p>Jones, yang tidak menerima pertanyaan, kemudian mengeluarkan pernyataan pada Orlando Sentinel tentang pertemuannya dengan Musri.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:28:09 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28729-bahas-pembakaran-al-quran-muslim-temui-pendeta-as-.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Vatikan Serukan Kutukan Pembakaran Al-Qur'an</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28727-vatikan-serukan-kutukan-pembakaran-al-quran.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/1vatikan.jpg" border="0" alt="Paus Benediktus XVI berbicara di hadapan pengikutnya di Vatikan, Italia pada 8 September 2010. Vatikan mengatakan bahwa upaya pembakaran Kitab Suci Al-Qur'an oleh Gereja Florida merupakan langkah yang memalukan. (Foto: Getty Images)" title="Paus Benediktus XVI berbicara di hadapan pengikutnya di Vatikan, Italia pada 8 September 2010. Vatikan mengatakan bahwa upaya pembakaran Kitab Suci Al-Qur'an oleh Gereja Florida merupakan langkah yang memalukan. (Foto: Getty Images)" align="left" />VATIKAN (Berita SuaraMedia) – Perencanaan besar pembakaran salinan-salinan dari Al-Qur'an di AS negara bagian Florida akan menjadi "memalukan dan langkah suram," Vatikan mengatakan.</p>
<p>Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antar Agama mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah "menerima dengan kekhawatiran yang besar berita tentang usulan 'Hari Pembakaran Al-Qur'an,'" yang dijadwalkan untuk memperingati hari jadi serangan 11 Spetember.</p>
<p>"Setiap agama, dengan kitab sucinya, tempat-tempat beribadah dan simbol-simbolnya masing-masing, memiliki hak dan perlindungan," dewan tersebut mengatakan.</p>
<p>Sebuah Gereja kecil, Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, telah bersumpah untuk menandai hari jadi kesembilan dari serangan 11 September dengan membakar Al-Qur'an saat mereka mengingat hampir 3.000 orang terbunuh oleh para pembajak Al-Qaeda.</p>
<p>Dewan tersebut mengatakan "tindakan-tindakan tercela dari kekerasan" seperti serangan 11 September oleh Al-Qaeda tidak dapat ditiadakan dengan tindakan semacam itu.</p>
<p>"Setiap pemimpin keagamaan dan para pengikutnya juga diminta untuk memperbarui pengutukan tegas dari semua jenis kekerasan, khususnya mereka yang berkomitmen atas nama agama," dewan tersebut mengatakan.</p>
<p>Perencanaan tersebut juga dikutuk oleh Menteri Luar negeri AS Hillary Clinton dan Gedung Putih mengatakan bahwa  perencanaan tersebut dapat memicu penghinaan di sekitar dunia Islam dan membahayakan nyawa-nyawa dari para tentara AS.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:27:55 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28727-vatikan-serukan-kutukan-pembakaran-al-quran.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Ahmadinejad: Pernyataan IAEA Disetir Tekanan AS</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28725-ahmadinejad-pernyataan-iaea-disetir-tekanan-as.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/ahmadinejad_ap.jpg" border="0" alt="Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tiba untuk menggelar pertemuan dengan duta besar negara-negara Arab di Doha, Qatar pada 5 September 2010. Dalam pertemuan itu, para pemimpin Arab sepakat bahwa serangan apapun terhadap Kerajaan Islam akan berdampak pada kehancuran Israel. (Foto: AP)" title="Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tiba untuk menggelar pertemuan dengan duta besar negara-negara Arab di Doha, Qatar pada 5 September 2010. Dalam pertemuan itu, para pemimpin Arab sepakat bahwa serangan apapun terhadap Kerajaan Islam akan berdampak pada kehancuran Israel. (Foto: AP)" align="left" />TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa klaim Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap Iran dibuat berdasarkan tekanan dari AS.</p>
<p>"Pernyataan yang dirilis ketua IAEA terhadap negara kami dibuat berdasarkan tekanan dari pemerintah AS, dan pada saat bersamaan (IAEA) menolak memberikan bukti kepada kami. Oleh karena itu, komentar-komentar semacam itu hanyalah retorika politik yang tidak punya legalitas," kata Presiden Ahmadinejad dalam wawancara dengan <em>Nova TV</em> dari Belanda yang dirilis pada hari Rabu.</p>
<p>"Sudah jadi rahasia umum bahwa IAEA disetir oleh tekanan politik dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan hal ini dilakukan sebagai alasan karena IAEA telah gagal melucuti negara-negara bersenjata nuklir dan mencegah pemanfaatan senjata nuklir," tambahnya.</p>
<p>Menurut Ahmadinejad, AS menggunakan pengaruhnya di IAEA dan Dewan Keamanan PBB untuk menumpuk tekanan terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut.</p>
<p>Ahmadinejad mengatakan bahwa peraturan yang ada tidak memungkinkan AS, sebagai anggota Badan Energi Atom Internasional, menyampaikan klaim melawan Iran.</p>
<p>Presiden Iran tersebut menegaskan, kerja sama Iran dengan IAEA telah dilakukan melampaui kewajiban hukum yang diharuskan.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:25:53 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28725-ahmadinejad-pernyataan-iaea-disetir-tekanan-as.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Penerjemah AS Ternyata Tak Bisa Bahasa Afghan</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/asia/28720-penerjemah-as-ternyata-tak-bisa-bahasa-afghan.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-afghan/afgperang.jpg" border="0" alt="Seorang tentara AS mencoba berbicara dengan beberapa warga Afghanistan yang tengah berada di lahan opium. Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa. (Foto: Getty Images)" title="Seorang tentara AS mencoba berbicara dengan beberapa warga Afghanistan yang tengah berada di lahan opium. Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa. (Foto: Getty Images)" align="left" />KABUL (Berita SuaraMedia) – Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa, tapi mereka tetap saja dikirimkan ke medan perang. Hal itu diungkapkan oleh seorang mantan karyawan perusahaan yang dikontrak hingga $1,4 miliar untuk memasok tenaga penerjemah untuk pasukan AS.</p>
<p>"Saya menduga ada seseorang – dan saya tak tahu siapa kala itu – yang mengubah nilai-nilai (tes) dari nol hingga memenuhi syarat kelulusan," kata Paul Funk, yang dulu bertugas mengawasi penyebaran ahli bahasa Afghanistan untuk Mission Essential Personnel (MEP), kontraktor yang berbasis di Columbus, Ohio. "Banyak peserta yang gagal dinyatakan lulus."</p>
<p>Ketika ditanya mengenai dugaan tersebut, para perwira militer AS mengatakan kepada kantor berita ABC News bahwa mereka tengah menyelidiki perusahaan tersebut.</p>
<p>Funk mengemukakan klaimnya dalam tuntutan hukum pembocoran rahasia awal tahun ini terhadao Mission Essential Personnel, ia mengatakan bahwa perusahaan tersebut menutup mata terhadap kecurangan ujian bahasa yang dilakukan via telepon dan mempekerjakan orang-orang yang tidak memenuhi standar bahasa yang ditetapkan militer AS dan tidak mengungkapkannya dalam kontrak perusahaan.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:23:50 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/asia/28720-penerjemah-as-ternyata-tak-bisa-bahasa-afghan.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Pidato &amp;quot;Rekan Damai&amp;quot; Erekat Telah Direkayasa Israel</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28723-pidato-qrekan-damaiq-erekat-telah-direkayasa-israel.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/erekat_afp.jpg" border="0" alt="Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi rekan damainya telah direkayasa. (Foto: AFP)" title="Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi rekan damainya telah direkayasa. (Foto: AFP)" align="left" />JERICHO (Berita SuaraMedia) – Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organisation – PLO) Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi "rekan damainya" telah diubah.</p>
<p>Pejabat negosiasi mengatakan tentang video tersebut bahwa "Sayangnya, pernyataan saya diubah dan dikontekskan seakan-akan saya meminta maaf kepada Israel. Hal ini berkebalikan dengan apa yang saya katakan, saya tidak mengatakan semua hal tersebut sama sekali. Saya berbicara sebagai seorang negosiator dan yang saya maksudkan bahwa sebagai negosiator Palestina dan Israel kita telah tidak dapat muncul dengan sebuah solusi setelah bertahun-tahun."</p>
<p>Ia melanjutkan, "Saya tidak pernah bermaksud untuk mengatakan maaf kepada Israel, merekalah yang seharusnya meminta maaf atas apa yang mereka telah lakukan kepada orang-orang Palestina dan tindakan-tindakan yang telah menghina negara kita. Warga Palestina adalah Negara yang patut menerima sebuah permintaan maaf."</p>
<p>Video tersebut, disingkirkan dari YouTube namun masih tersedia pada website yang mensponsori organisasi tersebut, adalah bagian dari serangkaian pejabat Palestina dalam jumlah yang besar, dalam sebuah upaya untuk "menciptakan sebuah konsensus dengan publik Israel dan kemudian menggerakkan kepemimpinan dan menciptakan sebuah rekan perdamaian yang sebenarnya," Direktur Umum dari Inisiatif Jenewa Palestina, Nidal Foqaha mengatakan kepada kantor berita Ma’an.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:23:29 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28723-pidato-qrekan-damaiq-erekat-telah-direkayasa-israel.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Boeing Rampungkan Kerja Sama Peluru Kendali Denmark</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28722-boeing-rampungkan-kerja-sama-peluru-kendali-denmark.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-eropa/boeing_787.jpg" border="0" alt="Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark. (Foto: Wired)" title="Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark. (Foto: Wired)" align="left" />KOPENHAGEN (Berita SuaraMedia) – Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark.</p>
<p>Boeing merampungkan kerjanya sebelum jadwal yang diharuskan selama enam tahun sejak Oktober 2004, hal itu memperlihatkan kelanjutan keberhasilan perusahaan tersebut untuk memenuhi komitmen kerja sama industrinya.</p>
<p>Boeing menggarap lebih dari 100 proyek potensial dengan lebih dari 45 perusahaan dan institusi Denmark untuk mengenalkan teknologi baru dalam bidang pertahanan dan dirgantara kepada Denmark.</p>
<p>Peluang-peluang tersebut akan diperluas hingga melampaui bidang luar angkasa dan proyek penelitian serta kerja sama teknologi untuk  mempercepat pertumbuhan secara signifikan di berbagai bidang industri Denmark.</p>
<p>Perusahaan Denmark, Terma A/S memberikan simulator peluru kendali Harpoon kepada Boeing, sementara Danish Aerotech A/S mengikat kontrak dengan Boeing untuk mengirimkan struktur peluncur aluminium pendukung untuk menembakkan Harpoon dari pesawat.</p>
<p>Sistem persenjataan Harpoon memberikan panduan jarak jauh yang akurat untuk mendukung misi serangan darat dan antipesawat.</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:23:03 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28722-boeing-rampungkan-kerja-sama-peluru-kendali-denmark.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Pertikaian Olah Raga Irak Tewaskan 2 tentara AS </title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28721-pertikaian-olah-raga-irak-tewaskan-2-tentara-as-.html</link>
            <description><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/afgperang1.jpg" border="0" alt="Beberapa tentara AS melewati akademi kepolisian di Basra pada 8 September 2010. Sekitar 50.000 pasukan AS masih berada di Irak setelah penarikan pasukan di bawah mandat Presiden Barack Obama. (Foto: Reuters)" title="Beberapa tentara AS melewati akademi kepolisian di Basra pada 8 September 2010. Sekitar 50.000 pasukan AS masih berada di Irak setelah penarikan pasukan di bawah mandat Presiden Barack Obama. (Foto: Reuters)" align="left" />BAGHDAD (Berita SuaraMedia) Pasukan Amerika dan Irak membuka investgasi setelah dua tentara Amerika ditembak jatuh oleh seorang rekan Irak setelah perdebatan tentang pertandingan olah raga.</p>
<p>Penembakan itu, yang juga melukai sembilan tentara Amerika lainnya, menghasilkan kematian militer Amerika pertama di Irak setelah Washington mengumumkan penghentian resmi atas operasi perang di Irak minggu lalu.</p>
<p>Serangan itu terjadi hari Selasa sore di Pangkalan Udara Al-Saadiq, Irak, dekat kota Tuz Khurmatu di propinsi Salahuddin sementara perusahaan militer Amerika mengunjungi pasukan keamanan lokal, ujar pejabat resmi Amerika dan Irak.</p>
<p>"Tentara Irak dan penasihat militer Amerika sedang berolah raga ketika pertengkaran terjadi antara tentara Irak dan seorang warga Amerika," juru bicara kementrian pertahanan Mayor Jenderal Mohammad Al-Askari mengatakan pada Kantor Berita AFP.</p>
<p>"Tentara Irak memulai tembakan pada mereka," ujar Askari, dengan menyebut nama penembak, Soran Rahman Saleh Wali.</p>
<p>"Tentara Amerika membunuh tentara Irak. Kami telah membuka penyelidikan tingkat tinggi terhadap persoalan ini."</p>
<p>Sebuah pernyataan dari militer Amerika Serikat mengatakan: "Sebelas tentara Amerika terlibat dalam serangan tembak kecil, dua orang tewas dan sembilan luka-luka, di dalam lokasi komando militer Irak."</p>
]]></description>
            <pubDate>Fri, 10 Sep 2010 00:22:19 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28721-pertikaian-olah-raga-irak-tewaskan-2-tentara-as-.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Sebar Kristen di Wilayah Muslim, Pendeta Diancam Kepolisian</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28731-sebar-kristen-di-wilayah-muslim-pendeta-diancam-kepolisian.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/cunningham-abraham.jpg" border="0" alt="(ki-ka): Arthur Cunningham dan Joseph Abraham, dua penginjil yang berkelana ke jalan-jalan daerah Muslim di Birmingham untuk menceramahi ajaran Kristen. Aksi mereka mendapatkan peringatan dari kepolisian. (Foto: RII SCHROER)" title="(ki-ka): Arthur Cunningham dan Joseph Abraham, dua penginjil yang berkelana ke jalan-jalan daerah Muslim di Birmingham untuk menceramahi ajaran Kristen. Aksi mereka mendapatkan peringatan dari kepolisian. (Foto: RII SCHROER)" align="left" />BIRMINGHAM (Berita SuaraMedia) – Dua Evangelis telah menerima sebuah peringatan resmi polisi untuk tidak berkhotbah di daerah dengan mayoritas Muslim di Alum Rock, Birminghan atau wajah mereka "dipukuli" dalam sebuah contoh terbaru dari daerah Islam yang tidak boleh dikunjungi di Inggris.</p>
<p>Menurut laporan-laporan berita, para peceramah tersebut berkebangsaan Amerika, Arthur Cunningham dan Joseph Abraham berkelana ke jalan-jalan daerah pinggiran untuk menceramahi ajaran Kristen.</p>
<p>Mereka diperingatkan oleh seorang petugas polisi pendukung komunitas Muslim, yang teridentifikasi sebagai PCSO Naeem Naguthney, yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak dapat berceramah di sini dan bahwa bersuaha untuk mengubah umat Muslim menuju Kristianitas adalah sebuah kejahatan yang berlatar belakang  kebencian.</p>
<p>Kedua penceramah tersebut mengklaim bahwa petugas polisi komunitas Muslim tersebut mengatakan kepada mereka bahwa "Anda telah diperingatkan. Jika Anda kembali ke sini dan dipukuli, maka, Anda sudah diperingatkan."</p>
<p>Mereka juga menduga bahwa kepala polisi lainnya yang hadir dalam kejadian tersebut mengatakan kepada mereka untuk tidak kembali sama sekali.</p>
<p>Sebelumnya polisi daerah tersebut memerintahkan dua penceramah tersebut untuk menghentikan memberikan selebaran-selebaran di daerah tersebut.</p>
]]></description>
            <pubDate>Thu, 09 Sep 2010 17:00:10 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28731-sebar-kristen-di-wilayah-muslim-pendeta-diancam-kepolisian.html</guid>
        </item>
    </channel>
</rss>
