<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0"  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Berita  Artikel</title>
        <description></description>
        <link>http://www.suaramedia.com/</link>
        <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 23:31:07 GMT</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)</generator>
		<atom:link href="http://www.suaramedia.com/index.php?option=com_ninjarsssyndicator&amp;feed_id=10&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />        <item>
            <title>Satu Dari Faedah Puasa Syawal, Sempurnakan Ibadah Wajib</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28684-satu-dari-faedah-puasa-syawal-sempurnakan-ibadah-wajib.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/leaf_gl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: Google)" title="Ilustrasi. (foto: Google)" align="left" />Alhamdulillah, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga  sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di  bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang  akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini.  Semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:58:02 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28684-satu-dari-faedah-puasa-syawal-sempurnakan-ibadah-wajib.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Mengangkat Kedua Tangan Untuk Berdo’a Setelah Sholat Rawatib</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-doa/28682-mengangkat-kedua-tangan-untuk-berdoa-setelah-sholat-rawatib.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/berdoa_sp.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: fbcdn)" title="Ilustrasi. (foto: fbcdn)" align="left" />Sesungguhnya diantara hikmah dan rahmat Allah atas hambanya adalah  disyariatkannya At-tathowwu’ (ibadah tambahan). Dan dijadikan pada  ibadah wajib diiringi dengan adanya at-tathowwu’ dari jenis ibadah yang  serupa. Hal itu dikarenakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat  pada ibadah wajib.</p>
<p>Dan sesungguhnya at-tathowwu’ di dalam ibadah sholat yang paling  utama adalah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya  dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).</p>
<p>Mengingat pentingnya ibadah ini, serta dikerjakannya secara  berulang-ulang sebagaimana sholat fardhu, sehingga saya (penulis) ingin  menjelaskan sebagian dari hukum-hukum sholat rawatib secara ringkas:</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:48:29 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-doa/28682-mengangkat-kedua-tangan-untuk-berdoa-setelah-sholat-rawatib.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Tradisi Lebaran Yang Merupakan Kemungkaran</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28665-tradisi-lebaran-yang-merupakan-kemungkaran.html</link>
            <description><![CDATA[<p><strong><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/lebaran_pk.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: pasarkreasi)" title="Ilustrasi. (foto: pasarkreasi)" align="left" /></strong>Hari raya ‘Idul Fithri adalah hari yang selalu  dinanti-nanti kaum muslimin. Tak ada satu pun di antara kaum muslimin  yang ingin kehilangan moment berharga tersebut. Apalagi di negeri kita,  selain memeriahkan Idul Fithri atau lebaran, tidak sedikit pula yang  berangkat mudik ke kampung halaman. Di antara alasan mudik adalah untuk  mengunjungi kerabat dan saling bersilaturahmi. Namun ada beberapa hal  yang perlu dikritisi saat itu, yaitu beberapa amalan yang keliru dan  mungkar. Satu sisi, amalan tersebut hanyalah tradisi yang memang tidak  pernah ada dalil pendukung dalam Islam dan ada pula yang termasuk  maksiat.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:50:47 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28665-tradisi-lebaran-yang-merupakan-kemungkaran.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Tanda-Tanda Amalan Ramadhan Yang Diterima Allah SWT</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28663-tanda-tanda-amalan-ramadhan-yang-diterima-allah-swt.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/berpisah-ramadhan_gl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: Google)" title="Ilustrasi. (foto: Google)" align="left" />Kita hanya bisa memanjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat yang  tak terhingga ini. Allah Yang Maha Memberi Nikmat telah memberikan  kesempatan untuk merasakan sejuknya beribadah puasa. Sungguh suatu  kebanggaan, kita bisa melaksanakan ibadah yang mulia ini. Janji yang  pasti diperoleh oleh orang yang berpuasa jika dia menjalankan puasa  dengan dasar iman kepada Allah dan mengharapkan ganjarannya telah  disebutkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam hadits berikut,</p>
<p><span style="font-size: small;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</span><br /> <em><br /> “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap  pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”</em> (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)</p>
<p>Sungguh sangat menyayangkan sekali orang yang meninggalkan amalan  yang mulia ini. Begitu sering kami melihat orang yang mengaku muslim  namun di siang hari bulan Ramadhan dia makan terang-terangan atau dia  mengganggu saudaranya dengan asap rokok. Sungguh sangat merugi sekali  orang yang meninggalkan ibadah ini, padahal amalan ini adalah bagian  dari rukun Islam yang dapat menegakkan bangunan Islam dan para ulama  sepakat tentang wajibnya melaksanakan rukun Islam yang satu ini.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:31:56 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28663-tanda-tanda-amalan-ramadhan-yang-diterima-allah-swt.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Lebaran Yang Kita Laksanakan, Sudahkah Sesuai Tuntunan Nabi?</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28660-lebaran-yang-kita-laksanakan-sudahkah-sesuai-tuntunan-nabi.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/idul-fithri_pk.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: pasarkreasi)" title="Ilustrasi. (foto: pasarkreasi)" align="left" />Lebaran adalah hari yang tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh  penjuru dunia. Hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin  dibolehkan kembali makan dan minum di siang hari setelah satu bulan  penuh berpuasa. Namun, jika kita tinjau perayaan lebaran (’Iedul Fitri)  yang telah kita laksanakan, sudah sesuaikah apa yang kita lakukan dengan  keinginan Alloh dan Rosul-Nya? Atau malah kita melakukan hal-hal yang  bertentangan dengan perintah-Nya, dengan sekedar ikut-ikutan kebanyakan  manusia? Untuk mengetahui perihal ini, mari kita simak bersama bahasan  berikut.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:02:39 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28660-lebaran-yang-kita-laksanakan-sudahkah-sesuai-tuntunan-nabi.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>&amp;quot;Penyakit&amp;quot; Halus Tak Bersifat Medis, Rindu</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28602-qpenyakitq-halus-tak-bersifat-medis-rindu.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/sujud_gl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: Google)" title="Ilustrasi. (foto: Google)" align="left" />Harus jujur kuakui, sulit bagiku tuk definisikan kata rindu.  Namun kuserahkan saja jemariku menari untuk menyulam beberapa kalimat  agar mengungkapkan apa yang kuketahui tentang rindu itu sendiri.</p>
]]></description>
            <pubDate>Tue, 07 Sep 2010 07:03:00 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28602-qpenyakitq-halus-tak-bersifat-medis-rindu.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Ketahuilah, Inilah Yang Teristimewa Bagi Wanita</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28556-ketahuilah-inilah-yang-teristimewa-bagi-wanita.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/hijab_fl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: static.flickr)" title="Ilustrasi. (foto: static.flickr)" align="left" />"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak  usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan.  Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."</p>
<p><br /> Adakah alasan bagi wanita muslimah untuk tidak brjilbab?<br /><br /> Adakah alasan syar’i bagi mereka untuk memampang foto-foto mereka di dunia maya?<br /><br /> Tidakkah mereka sadar bahwa foto-foto mereka dikoleksi tangan-tangan jahil?<br /><br /> Banggakah mereka menanggung dosa mata-mata yang memandang?<br /><br /> Tidakkah mereka sadar bahwa syaitan bangga dan terbahak-bahak dengan apa yang mereka lakukan?<br /><br /> Maukah mereka mencium harum wewangian surga? Duh, Kasihan mereka yang mengatakan “mau”..<br /><br /> Rambut mereka terurai..</p>
]]></description>
            <pubDate>Mon, 06 Sep 2010 09:39:03 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28556-ketahuilah-inilah-yang-teristimewa-bagi-wanita.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Bila Sekelompok Orang Berhari Raya Sendiri</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28540-bila-sekelompok-orang-berhari-raya-sendiri.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/hari-raya-sendiri_gl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: Google)" title="Ilustrasi. (foto: Google)" align="left" />Al Lajnah Ad Da-imah pernah ditanya: Di negeri kami ada sekelompok saudara kami yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan memelihara jenggot. Akan tetapi, mereka ini menyelisihi kami  dalam beberapa perkara. Di antaranya adalah dalam berpuasa Ramadhan.  Mereka enggan untuk berpuasa sampai mereka sendiri dengan mata kepala  melihat hilal (bulan sabit tanggal satu kalender Hijriyah, <sup>pen</sup>).</p>
<p>Pernah suatu waktu, kami memulai puasa Ramadhan satu atau dua hari sebelum mereka.</p>
]]></description>
            <pubDate>Mon, 06 Sep 2010 08:07:19 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28540-bila-sekelompok-orang-berhari-raya-sendiri.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Kebiasaan Yang Salah Ketika Takbiran</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28538-kebiasaan-yang-salah-ketika-takbiran.html</link>
            <description><![CDATA[<p><strong><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/takbiran_mt.jpg" border="0" alt="Ilustrasi takbiran. (foto: tumblr)" title="Ilustrasi takbiran. (foto: tumblr)" align="left" /></strong>Waktu Mulai &amp; Berakhir Takbiran</p>
<p>a. Takbiran Idul Fitri</p>
<p>Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘id.</p>
<p>Hal ini berdasarkan dalil berikut:</p>
<p>1. Allah berfirman, yang artinya: <em>“…hendaklah kamu mencukupkan  bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir)  atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.”</em> (Qs. Al Baqarah: 185)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwasanya ketika orang sudah selesai  menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan maka disyariatkan untuk  mengagungkan Allah dengan bertakbir.</p>
<p>2. Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di  lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai shalat selesai. Setelah  menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah  dalam Al Mushannaf 5621)</p>
]]></description>
            <pubDate>Mon, 06 Sep 2010 07:56:58 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28538-kebiasaan-yang-salah-ketika-takbiran.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jadi Yang Terdepan Dalam Meraih Pahala</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28466-jadi-yang-terdepan-dalam-meraih-pahala.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/lomba_gl.jpg" border="0" alt="Ilustrasi. (foto: Google)" title="Ilustrasi. (foto: Google)" align="left" />Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>Berlomba dalam menggapai dunia bukan hal yang asing lagi di tengah  kita. Untuk masuk perguruan tinggi terkemuka, kita dapat menyaksikan  sendiri bagaimana setiap orang ingin dapat yang terdepan. Cita-citanya  bagaimana bisa mendapat penghidupan yang bahagia kelak. Namun amat  jarang kita perhatikan orang-orang berlomba dalam hal akhirat. Sedikit  orang yang mendapat rahmat Allah yang mungkin sadar akan hal ini.  Cobalah saja perhatikan bagaimana orang-orang lebih senang menghafal  berbagai tembangan ‘nyanyian’ daripada menghafalkan Al Qur’an Al Karim.  Bahkan lebih senang menjadi nomor satu dalam hal tembangan, lagu apa  saja yang dihafal, daripada menjadi nomor satu dalam menghafalkan  Kalamullah. Di dalam shalat jama’ah pun, kita dapat saksikan sendiri  bagaimana ada yang sampai menyerahkan shaf terdepan pada orang lain.  “Monggo, Bapak saja yang di depan”, ujar seseorang. Akhirat diberikan  pada orang lain(?). Padahal shaf terdepan adalah shaf utama dibanding  yang di belakangnya bagi kaum pria. Demikianlah karena tidak paham dalam  hal menjadi nomor satu dalam kebaikan akhirat sehingga rela jadi yang  terbelakang.</p>
]]></description>
            <pubDate>Sat, 04 Sep 2010 08:28:51 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/28466-jadi-yang-terdepan-dalam-meraih-pahala.html</guid>
        </item>
    </channel>
</rss>
