<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0"  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Berita Dunia Terkini</title>
        <description></description>
        <link>http://www.suaramedia.com/</link>
        <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 22:35:21 GMT</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)</generator>
		<atom:link href="http://www.suaramedia.com/index.php?option=com_ninjarsssyndicator&amp;feed_id=2&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />        <item>
            <title>&amp;quot;Kereta Api&amp;quot; Gaza, Maskot Kebangkitan Dalam Penjara Israel</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28688-qkereta-apiq-gaza-maskot-kebangkitan-dalam-penjara-israel.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/am-a.jpg" border="0" alt="Diciptakan dari suku cadang mobil-mobil yang tidak terpakai, kereta api di jalur Gaza ini mampu melaju pada kecepatan 30 kilometer per jam tersebut dibuat berdasarkan jip Amerika, dengan beberapa penyesuaian ukuran dan kekuatan. (Foto: Ma'an News)" title="Diciptakan dari suku cadang mobil-mobil yang tidak terpakai, kereta api di jalur Gaza ini mampu melaju pada kecepatan 30 kilometer per jam tersebut dibuat berdasarkan jip Amerika, dengan beberapa penyesuaian ukuran dan kekuatan. (Foto: Ma'an News)" align="left" />KOTA GAZA (Berita SuaraMedia) – "Kami kesulitan mengumpulkan semua bagian-bagiannya, bahan yang sebagian besar berasal dari suku cadang mobil-mobil yang tidak terpakai, tapi kami mengumpulkan yang bisa kami kumpulkan hingga kami menciptakan ini, kendaraan yang kami sebut kereta api."</p>
<p>Proyek tersebut digagas Hussam Badawi dan Gaza Mechanical Engineers, tempat kerjanya. Badawi mengatakan bahwa kendaraan mirip kereta api yang mampu melaju pada kecepatan 30 kilometer per jam tersebut dibuat berdasarkan jip Amerika, dengan beberapa penyesuaian ukuran dan kekuatan.</p>
<p>Struktur luarnya aslinya mirip dengan jip, namun disesuaikan sedemikian rupa agar terlihat lebih mirip dengan kereta api. Klakson, cerobong asap palsu, dan gerbong dengan roda bus ditambahkan untuk membuat kesan kereta api asli semakin terasa.</p>
<p>"Kami membuatnya untuk hiburan. Kami ingin mengingatkan rakyat bahwa Gaza bisa mencipta dari yang tidak ada meski terus dikurung," kata Badawi.</p>
<p>Hingga 1967, ada sebuah kereta api yang beroperasi dari Kota Gaza menuju Kairo. Antara tahun 1892 hingga 1918, sistem tersebut dibangun untuk menghubungkan Istanbul dan Kairo, sebagian besar dikerjakan dengan inisiatif Eropa dan Kekaisaran Ottoman.</p>
<p>Politik perlahan menutup jalur kereta api internasional, karena layanan kereta]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 18:46:00 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28688-qkereta-apiq-gaza-maskot-kebangkitan-dalam-penjara-israel.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Kata Ciptaan Sarah Palin Jadi Paling Banyak Dicari</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/28687-kata-ciptaan-sarah-palin-jadi-paling-banyak-dicari.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-as/as_sarah_palin.jpg" border="0" alt="Sarah Palin, mantan kandidat wapres AS, menghadiri pertemuan dengan anggota Institut Keluarga Pennsylvania pada 27 Agustus 2010 di Hershey, Pennsylvania. (Foto: AP)" title="Sarah Palin, mantan kandidat wapres AS, menghadiri pertemuan dengan anggota Institut Keluarga Pennsylvania pada 27 Agustus 2010 di Hershey, Pennsylvania. (Foto: AP)" align="left" />SPRINGFIELD (Berita SuaraMedia) – Mungkin para pecinta bahasa yang kebingungan kala mencari "kata" refudiate musim panas ini ingin menghilangkan "refudiate" dari daftar kata sesungguhnya.</p>
<p>Apapun alasannya, yang jelas rasa ingin tahu terhadap kata ciptaan Sarah Palin tersebut menjadikan "refudiate" sebagai "Kata di Musim Panas" alias yang paling banyak dicari orang di kamus internet Merriam-Webster.</p>
<p>Tapi, tentu saja tidak ada yang menemukannya karena "refudiate" memang bukan kata yang tentunya tidak ada dalam kamus dan tidak akan ditambahkan ke dalam kamus dalam waktu dekat.</p>
<p>Namun, hal itu tidak menghalangi Palin saat ia menggunakannya dalam program berita televisi dan menyebarkannya melalui pesan Twitter bulan Juli lalu, menggantikan – atau menggabungkan – <em>refute</em> dan <em>repudiate </em>yang memang artinya mirip.</p>
<p><em>Refute</em> sendiri dalam bahasa Inggris berarti membuktikan sesuatu salah atau membantah kebenaran dan akurasinya, sementara <em>repudiate</em> berarti menolak ada hubungannya dengan sesuatu atau membantahnya karena tidak benar.</p>
<p>Mengetahui banyaknya kritikan terhadap "refudiate", Palin hanya tertawa. Ia berpendapat bahwa (William) Shakespeare juga menciptakan kata-kata baru.</p>
<p>"Saya kira orang-orang langsung tahu apa yang ingin dia (Palin) katakan, karena kata <em>refute</em> dan <em>repudiate</em> juga amat sering dicari," kata John Morse, presiden dan administrator Merriam-Webster.</p>
<p>"Memang merupakan percampuran (kata) yang menarik, tapi tidak, ‘refudiate’ bukan kata sungguhan," tandasnya.</p>
<p>Tapi, hal itu bisa saja berubah suatu hari nanti. Banyak]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 18:29:32 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/28687-kata-ciptaan-sarah-palin-jadi-paling-banyak-dicari.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Komando AS: Al Qaeda Irak Beralih Ke Pemerasan Pedagang</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28686-komando-as-al-qaeda-irak-beralih-ke-pemerasan-pedagang.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/mosul_iraq.jpg" border="0" alt="Seorang tentara AS tengah berpatroli di sebuah pasar di Mosul, Irak. Menurut komando AS dan Irak, Al-Qaeda semakin beralih pada pemerasan dan mengorganisir kejahatan untuk mendanai aktivitasnya. (Foto: Reuters/msnbc)" title="Seorang tentara AS tengah berpatroli di sebuah pasar di Mosul, Irak. Menurut komando AS dan Irak, Al-Qaeda semakin beralih pada pemerasan dan mengorganisir kejahatan untuk mendanai aktivitasnya. (Foto: Reuters/msnbc)" align="left" />MOSUL, IRAK (Berita SuaraMedia) – Al-Qaeda semakin beralih pada pemerasan dan mengorganisir kejahatan untuk mendanai aktivitasnya, dengan bisnis menanggung bagian terberat dari intimidasi, komando AS dan Irak di Irak bagian utara mengatakan pada kantor berita AFP.</p>
<p>Serangan-serangan dan kekerasan mulai menurun di salah satu desa provinsi Nineveh. Penurunan angka-angka kejahatan yang diperhitungkan oleh badan perhitungan asing di Irak beralih pada kejahatan lain yaitu berupa pemerasan yang disertai intimidasi dari kelompok baris depan Al-Qaeda. Hal ini dibuktikan oleh adanya patrol bersama antara komando AS dan satuan keamanan Irak yang mendengar begitu banyak keluhan dan cerita dari para pedagang di pasar dan toko-toko provinsi tersebut. Para pedagang dan korban pemerasan lain menyangsikan kuatnya perngaruh dari patrol bersama tersebut dengan mengatakan bahwa satuan keamanan tersebut tidak cukup kuat untuk mengatasi intimidasi dan pemerasan yang mereka alami.</p>
<p>Sementara jumlah serangan di Mosul dan sekeliling provinsi Nineveh telah menurun dan penyelundupan senjata di seluruh perbatasan barat Irak dengan Syiria juga telah merosot, ancaman dan kekerasan yang menargetkan penduduk lokal tetap biasa terjadi.</p>
<p>"Semua orang membayar, dan tidak ada yang berkeberatan atau menunda karena kendaraan-kendaraan mereka akan disita dan toko-toko mereka ditutup, sampai mereka membayar," Adullah]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 18:14:48 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28686-komando-as-al-qaeda-irak-beralih-ke-pemerasan-pedagang.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Reformasi Pensiun Kerja Sarkozy Menuai Kecaman Perancis</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28685-reformasi-pensiun-kerja-sarkozy-menuai-kecaman-perancis.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-eropa/askull.jpg" border="0" alt="Sebuah tengkorak dengan tulisan Sarko – merujuk pada Presiden Nicolas Sarkozy – diangkat selama protes besar-besaran terhadap reformasi pensiun yang diajukan Sarkozy, Paris, 7 September 2010. (Foto: Reuters)" title="Sebuah tengkorak dengan tulisan Sarko – merujuk pada Presiden Nicolas Sarkozy – diangkat selama protes besar-besaran terhadap reformasi pensiun yang diajukan Sarkozy, Paris, 7 September 2010. (Foto: Reuters)" align="left" />PARIS (Berita SuaraMedia) – Persatuan Perdagangan Perancis mengamankan sebuah pertunjukan kekuatan pada Selasa waktu setempat dengan serangan-serangan dan protes besar di jalan-jalan menentang reformasi pensiun yang Presiden Nicholas Sarkozy katakan bertekad untuk melakukannya.</p>
<p>Sebuah barisan panjang di Paris dimulai, pemimpin persatuan tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan sebuah pemilihan nasional bahwa mengalahkan sebuah protes sebelumnya dari 2 juta orang pada bulan Juni, menyadap ganjalan kegelisahan atas tindakan-tindakan kekerasan pemerintah di seluruh Eropa.</p>
<p>Pemerintah memperkirakan juga menunjukkan partisipasi yang lebih tinggi, walaupun angka-angka polisi juga selalu lebih rendah dari penyelenggaranya. Perkiraan rersmi pada pemilihan Juni adalah 800.000. Televisi Perancis menunjukkan keramaian jalan-jalan dengan para pemrotes.</p>
<p>Francois Chereque, pemimpin dari serikat kerja CFDT, mengatakan kepada radio RTL bahwa pemerintah akan keliru untuk mengabaikan apa yang ia sebuat dengan "pemilihan terbesar dalam beberapa tahun ini."</p>
<p>Bernard Thibault, pemimpin dari serikat konfederasi perdagangan besar yang lain CGT, memperingatkan menteri: "Jika mereka tidak menanggapi dan mereka tidak memperhatikan, akan terdapat sebuah tindak lanjut dan tidak ada yang dikesampingkan pada tahapan ini."</p>
<p>Bagaimanapun juga, analis mengatakan bahwa bahkan jika perserikatan kerja menerima sebuah pemilihan yang besar pada Selasa waktu setempat, nampaknya tidak mungkin mereka dapat mengubah hari protes ke]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 18:06:17 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28685-reformasi-pensiun-kerja-sarkozy-menuai-kecaman-perancis.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Muslim AS Diminta Sederhanakan Idul Fitri Demi 9/11 </title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28678-muslim-as-diminta-sederhanakan-idul-fitri-demi-911-.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/ramadhan-as_voa.jpg" border="0" alt="Umat Muslim AS menggelar sholat di Pusat Masjid ADAMS pada 13 Agustus 2010. Hari Idul Fitri tahun ini bertepatan jatuh pada tanggal 11 September yang juga dikenal dengan tragedi 9/11. (Foto: VOA News)" title="Umat Muslim AS menggelar sholat di Pusat Masjid ADAMS pada 13 Agustus 2010. Hari Idul Fitri tahun ini bertepatan jatuh pada tanggal 11 September yang juga dikenal dengan tragedi 9/11. (Foto: VOA News)" align="left" />WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Diantara Muslim, akhir Ramadhan ditandai dengan perayaan Idul Fitri. Secara tradisional, sholat kemudian diikuti dengan acara makan bersama dan tradisi lainnya. Tahun ini bisa jadi berbeda bagi banyak orang di Amerika Serikat.</p>
<p>Seperti banyak acara Muslim, Idul Fitri dihitung menggunakan kalender bulan. Tahun ini, banyak pihak dalam komunitas Muslim menandai hari liburnya antara tanggal 9 dan 12 September.</p>
<p>Tanggal 11 September menandai peringatan kesembilan serangan terhadap World Trade Center di New York dan Pentagon di Washington.</p>
<p>Banyak organisasi Muslim meminta Muslim Amerika untuk mengurangi perayaan mereka pada hari itu.</p>
<p>Alajandro Beutel, pegawai perhubungan pemerintah untuk Dewan urusan publik Muslim mengatakan perayaan tanggal 11 September "mengarah pada sensitivitas tertentu" antara Muslim yang merayakan hari raya mereka dan kebanyakan masyarakat Amerika merasa agak sensitif terhadap orang yang melakukan perayaan pada hari tersebut.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:24:15 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28678-muslim-as-diminta-sederhanakan-idul-fitri-demi-911-.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Penjajahan AS di Irak Adalah Proyek Zionis</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28673-penjajahan-as-di-irak-adalah-proyek-zionis.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-timur/tahanan-irak_pu.jpg" border="0" alt="Beberapa warga Irak ditahan pasukan bersenjata AS di Kota Basra, Irak pada Maret 2003 silam, selama invasi AS ke negara tersebut. Invasi itu diketahui turut didalangi Iran dan Israel. (Foto: UPI)" title="Beberapa warga Irak ditahan pasukan bersenjata AS di Kota Basra, Irak pada Maret 2003 silam, selama invasi AS ke negara tersebut. Invasi itu diketahui turut didalangi Iran dan Israel. (Foto: UPI)" align="left" />BAGHDAD (Berita SuaraMedia) – Penjajahan Amerika di Irak yang diawali tahun 2003 lalu ternyata adalah sebuah proyek Zionis. Israel dan AS menggunakannya sebagai alat untuk menerapkan proyek tersebut, khususnya dalam masa kekuasaan neo-konservatif di Gedung Putih, dan hal ini terbukti karena Israel ternyata punya peranan sebagai pengawas di Irak, kata Dr. Hamid Shihab, seorang pakar ilmu politik di Universitas Baghdad.</p>
<p>Klaim tersebut muncul dalam konferensi yang membahas mengenai Irak dan prospek perkembangan proses politik serta meningkatnya kekerasan yang dilaksanakan dengan koordinasi Pusat Demokrasi Arab dari Pusat Studi Strategis Internasional yang beranggotakan para pakar dan akademisi, demikian diliput oleh jurnalis Ali Elewa.</p>
<p>Dr. Hamid Shihab menambahkan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Irak, mulai dari perusakan dan kehancuran, serta perang sektarian yang menelan nyawa ratusan ribu warga Irak, yang membuat Irak kembali ke zaman batu.</p>
<p>Ia menyebut kekerasan dan perang internal di Irak merupakan hasil perbuatan sejumlah negara di Timur Tengah, ia merujuk pada semakin tumbuh suburnya pengaruh Iran di Irak dan juga peranan Israel.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:44:17 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/28673-penjajahan-as-di-irak-adalah-proyek-zionis.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Beragam Aksi Vandalisme Anti-Islam Bermunculan di AS</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28670-beragam-aksi-vandalisme-anti-islam-bermunculan-di-as.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/ahmed-sharif_ap.jpg" border="0" alt="Ahmed Sharif, sopir taksi Muslim yang nyaris tewas ditikam penumpangnya, berbicara di hadapan media dikelilingi para pendukungnya di Balai Kota di New York pada 26 Agustus 2010. Beberapa minggu belakangan, aksi anti-Islam kian meningkat. (Foto: AP)" title="Ahmed Sharif, sopir taksi Muslim yang nyaris tewas ditikam penumpangnya, berbicara di hadapan media dikelilingi para pendukungnya di Balai Kota di New York pada 26 Agustus 2010. Beberapa minggu belakangan, aksi anti-Islam kian meningkat. (Foto: AP)" align="left" />WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Departemen Kehakiman sedang menginvestigasi yang tampaknya beberapa insiden anti-Muslim di empat negara bagian, termasuk penusukan seorang sopir taksi di Kota New York.</p>
<p>Agen-agen FBI dan para penyelidik divisi hak-hak sipil juga melihat ke dalam vandalisme dan kejadian-kejadian yang lainnya di Masjid-Masjid atau tempat pembangunan Masjid di Arlington, Texas; Murfreesboro, Tennesse; Madera, California; dan Waterport, New York.</p>
<p>Penyelidikan kriminal terbuka dikonfirmasi oleh juru bicara divisi hak-hak sipil Xochitl (SOH-chee) Hinojosa dalam menanggapi sebuah permintaan dari kantor berita Associated Press.</p>
<p>Kejadian-kejadian yang dicurigai anti-Muslim tersebut, mengikuti kegemparan atas sebuah perencanaan pembangunan Masjid di dekat Ground Zero di New York dan rencana pembakarean salinan dari Al-Qur’an di sebuah Gereja di Gainesville, Florida, adalah topik dari sebuah pertemuan Selasa antara Jaksa Penuntut Umum Eric Holder dan Muslim dan pemimpin keagamaan yang lainnya.</p>
<p>Holder mengatakan bahwa rencana pembakaran Al-Qur’an, berkebetulan dengan peringatan hari jadi kesembilan serangan 11 September, "bodoh dan berbahaya," para pemimpin keagamaan mengatakan mengikuti pertemuan tertutup tersebut.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:22:17 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28670-beragam-aksi-vandalisme-anti-islam-bermunculan-di-as.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jutaan Muslim Hadiri Tarawih Khataman Al-Qur'an </title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28668-jutaan-muslim-hadiri-tarawih-khataman-al-quran-.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/khatam-quran_an.jpg" border="0" alt="Jutaan umat Muslim nampak mengikuti tarawih khatam Al-Qur'an di Masjidil Haram pada Selasa lalu. Ratusan orang lainnya berdiri di halaman di sekitar Masjid dan jalanan yang mengarah ke Masjid mengikuti sholat tersebut. (Foto: Arab News)" title="Jutaan umat Muslim nampak mengikuti tarawih khatam Al-Qur'an di Masjidil Haram pada Selasa lalu. Ratusan orang lainnya berdiri di halaman di sekitar Masjid dan jalanan yang mengarah ke Masjid mengikuti sholat tersebut. (Foto: Arab News)" align="left" />MEKKAH (Berita SuaraMedia) - Sekitar tiga juta Muslim mengikuti tarawih khatam Al-Qur'an di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah hari Selasa lalu (7/9).</p>
<p>Imam yang memimpin sholat tersebut mendorong Muslim untuk bersatu.</p>
<p>Masjidil Haram di Mekkah dibanjiri jamaah yang juga datang untuk melakukan umrah, mengikuti sholat Tarawih dan sholat tahajjud. Ratusan orang yang berdiri di halaman di sekitar Masjid dan jalanan yang mengarah ke Masjid mengikuti sholat tersebut.</p>
<p>Menurut pemberitaan <em>Arab News, </em>Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, yang memimpin sholat tersebut, memohon pada Allah untuk mengakhiri penderitaan Muslim dimana saja.</p>
<p>Pemelihara Dua Masjid Suci King Abdullah, Deputi Perdana Kedua dan Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif, para pangeran senior dan menteri berada di sekitar Mekkah untuk mengawasi pelayanan yang diberikan pada para jamaah.</p>
<p>Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci telah membuat seluruh persiapan untuk menyambut jamaah yang berbondong-bondong datang. Mereka telah mempersiapkan lebih dari 30.000 karpet sajadah di lantai tiga Masjid.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:05:50 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28668-jutaan-muslim-hadiri-tarawih-khataman-al-quran-.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Debat Pusat islam 9/11, Kesempatan Perbaiki Citra Islam</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28666-debat-pusat-islam-911-kesempatan-perbaiki-citra-islam.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-islam/ground-zero_rt.jpg" border="0" alt="7 September 2010, seorang pekerja konstruksi mengenakan helm perlindungan dengan stiker berisi pesan penentangan atas rencana pembangunan pusat Islam di dekat lokasi insiden 9/11 di New York, AS. (Foto: Reuters)" title="7 September 2010, seorang pekerja konstruksi mengenakan helm perlindungan dengan stiker berisi pesan penentangan atas rencana pembangunan pusat Islam di dekat lokasi insiden 9/11 di New York, AS. (Foto: Reuters)" align="left" />WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Kontroversi di sekeliling petisi untuk membangun sebuah pusat kebudayaan Islam di sekitar Ground Zero, masih membabi buta di AS, Mazen Hammad mengabarkan dalam sebuah artikel untuk kantor berita harian Qatar, Al-Watan.</p>
<p>Setelah berminggu-minggu protes dan komentar-komentar kemarahan oleh pihak penentang dari kejahatan yang berlatarbelakang kebencian terhadap Muslim Amerika, media Islam masih ambil bagian dalam perdebatan tersebut.</p>
<p>Semetara banyak di seluruh dunia cemas pada penentangan pembangunan pusat tersebut, yang lainnya melihat proyek tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk umat Muslim untuk melawan penyebaran kebencian kepada Islam di Barat dan sebuah media untuk memperbaiki kesan-kesan yang salah tentang agama mereka.</p>
<p>Koran-koran Negara Teluk telah menunjukkan kepercayaan bahwa pihak yang menentang pembangunan pusat Muslim tersebut berlanjut untuk mengisi bahan bakar dengan retorik anti-Islam. Berbagai pakar Muslim mengatakan bahwa merupakan hal yang salah untuk membandingkan taktik Al-Qaeda dengan Islam yang sebenarnya.</p>
<p>Gerai berbagai media Arab menganggap bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menyebarkan kebenaran tentang Islam dan warga Muslim Amerika.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:54:21 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/28666-debat-pusat-islam-911-kesempatan-perbaiki-citra-islam.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Barat Harus Alihkan Fokus Perang Afghanistan</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28664-barat-harus-alihkan-fokus-perang-afghanistan.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-eropa/anjing-pelacak-as_gt.jpg" border="0" alt="Pasukan militer AS disertai dengan anjing pelacak melakukan patroli di Desa Jellawar  September 2010. Mendekati pemilihan Afghanistan, negara itu kian dirisaukan aksi protes massa. (Foto: Getty Images)" title="Pasukan militer AS disertai dengan anjing pelacak melakukan patroli di Desa Jellawar  September 2010. Mendekati pemilihan Afghanistan, negara itu kian dirisaukan aksi protes massa. (Foto: Getty Images)" align="left" />LONDON (Berita SuaraMedia) – Barat harus mengubah strategi perang di Afghanistan, berfokus pada upaya menghadapi al-Qaeda dan mengurangi jumlah pasukan, bukannya terus mengupayakan pembangunan negara yang selalu gagal, kata sebuah lembaga <em>think tank</em>.</p>
<p>Seraya mendesak agar Presiden Barack Obama memikirkan kembali kebijakan pengiriman pasukan tambahan, Institut Studi Strategis Internasional (IISS) yang berpusat di London mengatakan bahwa komunitas internasional semakin tertekan kala perang tersebut memasuki tahun yang kesepuluh.</p>
<p>"Strategi melawan perlawanan yang ada saat ini terlalu ambisius," kata John Chipman, direktur IISS dalam peluncuran Survei Strategis 2010, laporan tahunan institusi tersebut mengenai situasi keamanan global.</p>
<p>Pasukan asing kini disarankan menggelar dialog dengan Taliban, menjadikan para anggota al-Qaeda sebagai target, dan mengembangkan pemerintahan Afghanistan yang lebih kuat yang mewakili etnis-etnis yang berbeda di negara tersebut.</p>
<p>"Kala penambahan pasukan mencapai puncaknya dan mulai menurun, kekuatan-kekuatan di luar perlu dan mungkin dianjurkan mengalihkan strategi menuju kebijakan menahan dan menghalangi ancaman teroris dari perbatasan Afghanistan dan Pakistan," katanya.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:41:31 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/28664-barat-harus-alihkan-fokus-perang-afghanistan.html</guid>
        </item>
    </channel>
</rss>
