<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0"  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Berita Nasional Terbaru</title>
        <description></description>
        <link>http://www.suaramedia.com/</link>
        <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 22:21:17 GMT</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)</generator>
		<atom:link href="http://www.suaramedia.com/index.php?option=com_ninjarsssyndicator&amp;feed_id=3&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />        <item>
            <title>Undang Media Massa, SBY Bakal Bicarakan Skandal Para Menteri</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28680-undang-media-massa-sby-bakal-bicarakan-skandal-para-menteri.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/buka-bersama-sby_ant.jpg" border="0" alt="Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang para pemimpin redaksi media massa dan wartawan untuk berbuka puasa bersama. Setelah itu, SBY akan memberikan pidato dan menyikapi sejumlah masalah kontroversial di media massa. (foto: antarafoto.com)" title="Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang para pemimpin redaksi media massa dan wartawan untuk berbuka puasa bersama. Setelah itu, SBY akan memberikan pidato dan menyikapi sejumlah masalah kontroversial di media massa. (foto: antarafoto.com)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Wacana pemindahan ibukota sebagai salah satu upaya mengatasi kepadatan dan kemacetan di Jakarta ternyata belum diintegrasikan dengan 17 langkah terobosan yang ditetapkan Wakil Presiden Boediono.</p>
<p>Wacana pemindahan ibukota diungkapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyusul pernyataan berbagai pihak yang menilai Jakarta sudah terlalu padat. Sementara 17 langkah terobosan mengatasi kemacetan ditetapkan di kantor Wapres beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurut Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (8/9/2010), kedua padangan itu belum diintegrasikan. "Kita menunggu arahan Presiden lebih lanjut," jawab Kuntoro singkat.</p>
<p>Penjelasan ini diberikan Kuntoro menyusul pertanyaan wartawan mengenai masih pentingkah 17 langkah terobosan untuk mengatasi kemacetan jika Presiden mengedepankan pemindahan ibukota sebagai solusi?</p>
<p>Sebelumnya, Kuntoro menjelaskan ke-17 langkah terobosan yang dihasilkan di kantor Wapres telah diteruskan kepada berbagai pihak untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan. "Saya harapkan masukan itu akan menambah langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi kemacetan, yang diperkirakan pada tahun 2012 akan terjadi deadlock," kata Kuntoro.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:35:50 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28680-undang-media-massa-sby-bakal-bicarakan-skandal-para-menteri.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>&amp;quot;SBY Biasa Dikritik, Bahkan Dengan Kalimat Tak Sopan&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28679-qsby-biasa-dikritik-bahkan-dengan-kalimat-tak-sopanq.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/ramadhan-pohan_km.jpg" border="0" alt="Anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan meminta pimpinan TNI AU menjatuhkan sanksi tegas kepada Kolonel (Pnb) Adjie Suradji yang mengkritik kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui tulisan opininya di sebuah harian nasional. (foto: kompasiana.com)" title="Anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan meminta pimpinan TNI AU menjatuhkan sanksi tegas kepada Kolonel (Pnb) Adjie Suradji yang mengkritik kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui tulisan opininya di sebuah harian nasional. (foto: kompasiana.com)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan bahwa tindakan Kolonel Penerbang Adjie Suradji dilakukan seorang diri. Purnomo yakin tidak ada pihak-pihak lain atau kekuatan politik tertentu yang menunggangi kolonel aktif itu. <br <br "Saya sudah bicara dengan Panglima TNI. Apakah ada sesuatu di belakang ini? Jawabnya, tidak ada," kata Purnomo usai melepas pemudik di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (8/9/2010). "Saya juga sudah dapat laporan, tidak ada," tegas dia. <br <br Maka itu, Purnomo membantah sinyalemen sedang terjadi keretakan di dalam tubuh TNI. "Saya beri kepastian, saya berikan jaminan, insurance dari saya: TNI solid," kata Purnomo.<br <br Purnomo juga sudah memeriksa profil kolonel yang mengritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoj (SBY) secara terbuka di kolom opini sebuah harian nasional edisi Senin, 6 September lalu itu. Hasilnya, sang kolonel diketahui sedang tersandung kasus. <br <br "Setelah saya cek, ternyata perwira menengah ini sudah lama bermasalah dan terlibat permasalahan hukum. Saya minta selesaikan cepat masalah hukumnya dengan aturan yang berlaku," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:28:29 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28679-qsby-biasa-dikritik-bahkan-dengan-kalimat-tak-sopanq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jaksa Makin Diragukan, Gayus Lumbuun Usulkan Pihak Internal</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28677-jaksa-makin-diragukan-gayus-lumbuun-usulkan-pihak-internal.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/gayus-lumbun_gl.jpg" border="0" alt="Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Gayus Topane Lumbuun, mengingatkan bahwa jangan pernah ada pihak yang menyepelekan kualitas jaksa karir. (foto: Google)" title="Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Gayus Topane Lumbuun, mengingatkan bahwa jangan pernah ada pihak yang menyepelekan kualitas jaksa karir. (foto: Google)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Gayus Topane Lumbuun, mengingatkan bahwa jangan pernah ada pihak yang menyepelekan kualitas jaksa karir.<br /> <br /> "Masih banyak kader kejaksaan yang berkualitas. Karenanya, jaksa agung sebaiknya dari internal yang lebih memahami karakter tugas kejaksaan," katanya di Jakarta, Rabu.<br /> <br /> Ia mengatakan hal itu sehubungan rencana suksesi jaksa agung usai lebaran, bersama-sama dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).<br /> <br /> "Menurut saya, yang non-karir sebaiknya mengisi jabatan di lembaga di luar kejaksaan yang tidak membawa perubahan dan tidak mengatasi masalah pembenahan, karena tidak mendapat dukungan internalnya," katanya.<br /> <br /> Ia khawatir, usulan-usulan yang tidak memperhatikan peran struktural dan fungsional permanen, justru mencari kesempatan.<br /> <br /> "Karena, menentukan jaksa agung itu merupakan domain Presiden RI. Saya setuju, jangan lagi ada yang mau mengacak-acak lembaga penegak hukum kita," kata Gayus Lumbuun.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:05:42 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28677-jaksa-makin-diragukan-gayus-lumbuun-usulkan-pihak-internal.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jelang 9/11, Damien Temui Penggagas &amp;quot;Hari Pembakaran Al Qur'an&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28675-jelang-911-damien-temui-penggagas-qhari-pembakaran-al-quranq.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/damien_yt.jpg" border="0" alt="Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra berdialog dengan Walikota Gainesville, Florida, Craig Lowe, membahas cara menentang Hari Pembakaran Al-Quran 11 September 2010. Dialog dilakukan dini hari tadi lewat telekonferensi yang difasilitasi dan disiarkan BBC. (foto: youtube.com)" title="Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra berdialog dengan Walikota Gainesville, Florida, Craig Lowe, membahas cara menentang Hari Pembakaran Al-Quran 11 September 2010. Dialog dilakukan dini hari tadi lewat telekonferensi yang difasilitasi dan disiarkan BBC. (foto: youtube.com)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra berdialog dengan Walikota Gainesville, Florida, Craig Lowe, membahas cara menentang Hari Pembakaran Al-Quran 11 September 2010. Dialog dilakukan dini hari tadi lewat telekonferensi yang difasilitasi dan disiarkan BBC.</p>
<p>"Pemerintah Florida mengutuk rencana gila Terry Jones," ujar Damien. Demikian juga masyarakat kristen Amerika Serikat dan pemerintahnya. "Ini cuma ide gila Pendeta Jones, yang mengatasnamakan agama," katanya. Florida adalah basis Pendeta Jones.</p>
<p>Lembaga Penyiaran BBC juga akan memfasilitasi dialog antara Gerakan Peduli Pluralisme dan Pendeta Jones. "Semoga dengan dialog, dia bisa mengubah rencananya," kata Damien.<br <br Sayang, hingga tiga hari menjelang Hari H, dialog itu belum terlaksana. "BBC sudah menghubunginya, jadi tergantung Pendeta Jones mau dialog atau tidak," kata sutradara film Obama Anak Menteng ini.<br <br Hari Pembakaran Al-Quran digelar Sabtu mendatang untuk mengenang korban Tragedi 11 September, saat teroris menyerang New York dan Washington dan mengakibatkan ribuan orang tewas. Pendeta Jones dan ribuan pengikutnya bakal membakar Al-Quran sebagai simbol protes kepada "teroris kejam asal Timur Tengah".</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:51:04 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28675-jelang-911-damien-temui-penggagas-qhari-pembakaran-al-quranq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>&amp;quot;Mengecewakan, Perundingan Kinabalu Bukti Lemahnya Pemimpin RI&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28671-qmengecewakan-perundingan-kinabalu-bukti-lemahnya-pemimpin-riq.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/anis-matta_vv.jpg" border="0" alt="Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta meminta agar semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tidak kuatir dan tidak memikirkan bakal adanya reshuffle, seperti yang diperkirakan oleh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok. (foto: vivanews.com)" title="Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta meminta agar semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tidak kuatir dan tidak memikirkan bakal adanya reshuffle, seperti yang diperkirakan oleh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok. (foto: vivanews.com)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) Isu perombakan kabinet kembali menyeruak. Adalah Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang mengemukakan. Dia mengaku mendengar kabar reshuffle tersebut. Bagaimana tanggapan Ketum PAN Hatta Rajasa?<br <br "Aduh, kamu malah bahas soal reshuffle lagi, kalau itu saya tak bisa jawab," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (8/9/2010).<br <br Hatta dengan mimik wajah ramah, meminta wartawan menanyakan soal lain saja. Khusus soal reshuffle dia memilih tutup mulut.<br <br "(Tanya) yang lain saja," elaknya.<br <br Sebelumnya Mubarok mengaku Partai Demokrat mendengar informasi adanya reshuffle kabinet sebagai agenda evaluasi pemerintahan SBY-Boediono. Memang SBY pernah menjanjikan akan melakukan evaluasi tahunan untuk efektivitas pemerintahan.<br <br "Saya mendengar itu (reshuffle), tapi sulit dikonfirmasi kan," ujar anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok.<br <br Mubarok menuturkan, SBY sebagai presiden memiliki wewenang penuh mengambil langkah evaluasi. Reshuffle kabinet juga masuk hak prerogatif presiden yang tidak boleh diganggu gugat.<br <br "Itu menjadi rahasia Pak SBY," kata Mubarok.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:25:44 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28671-qmengecewakan-perundingan-kinabalu-bukti-lemahnya-pemimpin-riq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>&amp;quot;Kesalahan Besar Malaysia Harus Ditegasi, Tapi...&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28643-qkesalahan-besar-malaysia-harus-ditegasi-tapiq.html</link>
            <description><![CDATA[<p>JAKARTA<img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/anifah-aman_un.jpg" border="0" alt="Tidak hanya di Indonesia, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman ternyata juga dikritik organisasi kepemudaan di Negeri Jiran itu karena dianggap gagal menyampaikan aspirasi masyarakat di sana kepada Menlu RI Marty Natalegawa saat pertemuan di Kinabalu. (foto: un.int)" title="Tidak hanya di Indonesia, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman ternyata juga dikritik organisasi kepemudaan di Negeri Jiran itu karena dianggap gagal menyampaikan aspirasi masyarakat di sana kepada Menlu RI Marty Natalegawa saat pertemuan di Kinabalu. (foto: un.int)" align="left" (Berita SuaraMedia) Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan siap jika diminta untuk menjadi negosiator dalam penyelesaian konflik antara Indonesia dengan Malaysia.<br <br "Kalau memang pemerintah meminta saya untuk menjadi negosiator dalam menyelesaikan konflik, saya siap kapan saja," ungkapnya di kediamannya di Makassar, Selasa (7/9/2010) malam.<br <br Menurut dia, kesiapan dirinya kapan saja dibutuhkan itu memang sudah seharusnya dilakukan sebagai warga negara, karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan nasional, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.  <br <br Jusuf Kalla yang akrab disapa JK itu mengatakan, pada dasarnya konflik antara Indonesia dengan Malaysia bisa diselesaikan dengan cara-cara yang lebih santun. "Untuk menyelesaikan konflik ini, memang dibutuhkan ketegasan dari pemerintah. Namun dalam hal ini tegas tidak berarti harus dilakukan dengan cara-cara keras," ujarnya.<br <br Selain itu, JK juga menyatakan bahwa untuk menyelesaikan konflik tersebut, perlu dilihat asal mula permasalahan secara proporsional. Ia menegaskan, pihak Malaysia bersalah dalam hal melakukan penahanan dengan menggunakan borgol kepada petugas perikanan Indonesia.<br <br "Dalam]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 02:14:41 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28643-qkesalahan-besar-malaysia-harus-ditegasi-tapiq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Wacana Baru, Ibukota Pindah Maka Gedung Baru DPR Pun &amp;quot;Sia-Sia&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28639-wacana-baru-ibukota-pindah-maka-gedung-baru-dpr-pun-qsia-siaq.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/gedung-baru_vv.jpg" border="0" alt="Rancangan gedung baru DPR. Pimpinan DPR sudah memutuskan menunda pembangunan gedung baru DPR tersebut dan meminta kepada tim teknis untuk melakukan kajian ulang. (foto: vivanews.com)" title="Rancangan gedung baru DPR. Pimpinan DPR sudah memutuskan menunda pembangunan gedung baru DPR tersebut dan meminta kepada tim teknis untuk melakukan kajian ulang. (foto: vivanews.com)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) - DPR memutuskan untuk menunda pembangunan gedung barunya. DPR menjanjikan tim teknis pembangunan gedung betul-betul mengkaji ulang perencanaan pembangunan gedung untuk melakukan penghematan, bukan sekedar akal-akalan untuk menipu rakyat.<br /> <br /> "Itu akan dikaji ulang secara menyeluruh oleh tim teknis, tidak boleh akal-akalan," tegas Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan.<br /> <br /> Taufik meyakinkan masyarakat bahwa tim teknis akan menghitung ulang semua angka anggaran pembangunan gedung baru DPR. Dirinya berharap akan ada pengehematan signifikan yang membuat masyarakat memahami kebutuhan DPR tersebut.<br /> <br /> "Bisa dikurangi biaya per meter perseginya, bisa juga diperhitungkan pemanfaatan ruangannya. Gedung DPR tidak mungkin seharga 15 juta per meter seperti apartemen mewah," papar Taufik.<br /> <br /> Taufik memastikan semua perencanaan ulang pembangunan gedung DPR akan sesuai dengan standar Bappenas. Taufik berharap masyarakat memahami semangat perbaikan DPR di balik rencana pembangunan gedung baru yang kontroversial tersebut.<br /> <br /> "Karena kami butuh tempat untuk tenaga ahli untuk membantu menyelesaikan tugas kedewanan," jelasnya.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 01:46:46 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28639-wacana-baru-ibukota-pindah-maka-gedung-baru-dpr-pun-qsia-siaq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>&amp;quot;Sebagai Panglima Tertinggi, Anggota TNI Dilarang Kritik SBY&amp;quot;</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28634-qsebagai-panglima-tertinggi-anggota-tni-dilarang-kritik-sbyq.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/ahmad-muzani_tv.jpg" border="0" alt="Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai, tulisan Kolonel Adjie Suradji, anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, yang dipersoalkan saat ini bukan masalah tulisan kritiknya, tetapi yang menjadi penting adalah orang yang menulisnya. (foto: tvone.co.id)" title="Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai, tulisan Kolonel Adjie Suradji, anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, yang dipersoalkan saat ini bukan masalah tulisan kritiknya, tetapi yang menjadi penting adalah orang yang menulisnya. (foto: tvone.co.id)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) Partai Demokrat (PD) menilai kritik tajam dalam opini sebuah harian nasional yang ditulis Anggota TNI AU, Kolonel Adjie Suradji, kepada Presiden SBY tidak bisa ditolerir. PD mengimbau kepada anggota TNI lainnya agar tidak mengkritik Panglima Tertinggi TNI, Presiden SBY.<br <br "Saya bingung ada anggota TNI yang mengkritik SBY sebagai Panglima Tertinggi TNI, seharusnya kritik semacam ini tidak terjadi lagi," ujar Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua, Rabu (8/9/2010).<br <br Menurut Max, dalam TNI ada unsur komando yang harus dipatuhi. Max menilai, pasukan TNI tidak boleh melawan atau mengkritik panglimanya, apalagi SBY yang tengah bekerja keras memberantas korupsi di Indonesia.<br <br "Ini untuk pendidikan politik, bahwa kesetiaan kepada pemimpin itu penting," terang Max.<br <br Max tak masalah jika yang mengkritik SBY adalah masyarakat atau LSM. Namun kejadian anggota TNI mengkritik SBY, menurut Max, baru terjadi saat ini.<br <br "SBY sebagai Panglima Tertinggi TNI kok dikritik oleh pasukan TNI. Ini menimbulkan masyarakat bertanya latar belakang ucapan tersebut, apakah itu idenya sendiri]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 01:25:16 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28634-qsebagai-panglima-tertinggi-anggota-tni-dilarang-kritik-sbyq.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Curhat SBY: Yang Mengkritik Belum Tentu Lebih Baik</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28631-curhat-sby-yang-mengkritik-belum-tentu-lebih-baik.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/5sby_rt.jpg" border="0" alt="Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, politik di Indonesia sudah teraduk-aduk meski pemilihan umum 2009 baru saja selesai dan pemilihan umum 2014 belum berlangsung. (foto: reuters)" title="Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, politik di Indonesia sudah teraduk-aduk meski pemilihan umum 2009 baru saja selesai dan pemilihan umum 2014 belum berlangsung. (foto: reuters)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono curhat atas banyaknya kritikan yang ditujukan kepadanya. Kritikan yang baik, menurut SBY bisa menjadi obat, asalkan dilakukan secara proporsional dan obyektif.<br /> <br /> "Kritik itu proporsional dan tepat laksana obat terutama kritik padangan komentar yang obyektif. Selebihnya saya serahkan ke Allah," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Majelis Dzikir SBY Nurussalam di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor.<br /> <br /> "Semoga bangsa kita diberikan kesadaran bahwa menjalankan pemerintahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan," kata SBY.<br /> <br /> Dalam kesempatan ini, SBY menceritakan, saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin kemarin, SBY mendapatkan 'hiburan' dari salah satu pengungsi. <br /> <br /> "Ada anak muda bilang kepada saya, Pak SBY yang tegar dan tabah. Padahal anak muda yang sedang pengungsian," ungkap SBY.<br /> <br /> Meski mengaku sabar menghadapi banyak kritikan, namun SBY mencibir para pengkritiknya. Menurutnya, Pemilu 2009 baru saja selesai. Namun hawa persaingan tak sehat sudah muncul sekarang.<br /> <br /> "Pemilu 2009 baru saja selesai, Pemilu 2014 masih jauh mengapa politik kita teraduk-aduk begini," kritik SBY.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 01:10:22 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28631-curhat-sby-yang-mengkritik-belum-tentu-lebih-baik.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Pengamat: Bagaimanapun, RI Jauh Lebih Kuat Dari Malaysia</title>
            <link>http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28628-pengamat-bagaimanapun-ri-jauh-lebih-kuat-dari-malaysia.html</link>
            <description><![CDATA[<p><img class="caption" src="http://www.suaramedia.com/images/stories/4berita/1-9-nasional/s-nainggolan_gl.jpg" border="0" alt="Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menegaskan, Indonesia sia-sia saja mengikuti perundingan antarmenlu atau Joint Commission for Bilateral Coopretaion di Kinabalu, Malaysia pada 6 September lalu. (foto: Google)" title="Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menegaskan, Indonesia sia-sia saja mengikuti perundingan antarmenlu atau Joint Commission for Bilateral Coopretaion di Kinabalu, Malaysia pada 6 September lalu. (foto: Google)" align="left" />JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Banyak kalangan yang menilai penyelesaian konflik Indonesia-Malaysia diselesaikan dengan cara Militer. Dalam konteks politik internasional, penyelesaian dengan kekuatan militer sudah mulai ditinggalkan dan Indonesia tetap unggul dari Malaysia tanpa menggunakan aksi militer. <br /> <br /> "Karena itu, cukup aneh membayangkan Indonesia harus konflik melawan Malaysia. Kita jauh lebih memiliki kekuatan determinasi di tingkat regional maupun internasional dibandingkan mereka. Karena itu tak perlu takut menghadapi Malaysia, dan juga tak perlu membayangkan kita melawan Malaysia, mereka tidak sebanding dengan kita," kata Pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Taufan Damanik di Medan.<br /> <br /> Cara melihat Indonesia dan Malaysia, dengan memperbandingkan kekuatan kedua negara, adalah salah besar. Sebab, posisi suatu segara  tidak sepenuhnya dilihat dari aspek ekonomi, apalagi militer. India yang juga masih banyak masyarakat miskin, tetapi negara itu diletakkan sebagai salah satu negara "adidaya" Asia. <br /> <br /> "Sama halnya dengan Indonesia, dalam konteks apapun Indonesia jauh dipandang lebih strategis oleh dunia dibandingkan Malaysia," ujarnya.</p>
]]></description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 00:56:36 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://www.suaramedia.com/berita-nasional/28628-pengamat-bagaimanapun-ri-jauh-lebih-kuat-dari-malaysia.html</guid>
        </item>
    </channel>
</rss>
