Sabtu, 13 Maret 2010

Headlines:

Jenazah Almarhum Gus Dur Dibawa ke Ciganjur

Jenazah Gus Dur dipindahkan dari ruang duka di RSCM menuju mobil ambulans untuk kemudian dibawa ke Ciganjur untuk disemayamkan. Saat pemindahan jenazah, Rabu, 30 Desember 2009 malam, suasana tampak ricuh. Tampak ratusan orang dari Banser NU dan juga petugas serta para wartawan tampak berdesak-desakan saat pemindahan jenazah.

Ribuan santri dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang akan melakukan sholat ghaib dan tahlilan atas wafatnya KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Gus Dur sendiri merupakan alumni dari ponpes tersebut.

Pengasuh Ponpes Salaf API Tegalrejo, KH Muhammad yusuf Chudlori mengatakan kabar meninggalnya Gus Dur menyebabkan pihak ponpes turut sedih dan merasa kehilangan. Pasalnya, Gus Dur yang pernah menjabat Presiden RI di era reformasi ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tegalrejo. Gus Dur pernah nyantri di ponpes ini selama 2,5 tahun, tepatnya pada tahun 1957 – 1959.

"Kami semua merasa sedih dan berduka. Karena, Gus Dur sebagai tokoh bangsa dan panutan umat. Gus Dur merupakan santri terbaik dari ponpes Tegalrejo ini," kata KH Muhammad Yusuf Chudlori yang akrab dipangging Gus Yusuf.

Untuk itu, lanjut dia, pihak pengelola ponpes pukul 23.00 WIB nanti akan melakukan sholat ghaib yang akan diikuti semua santri dan kalangan masyarakat Magelang. Usai sholat, acara tersebut akan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.

"Jumlah total santri saja sudah sekitar 4.000 orang. Jadi, kalau digabung dengan masyarakat jumlahnya bisa mencapai 5.000 orang," sebut Gus Yusuf. (VIVAnews)


blog comments powered by Disqus
 
  • Terbaru

  • Dunia

  • Dunia Islam

  • Nasional

  • Ekonomi & Bisnis

  • Gaya Hidup

  • Olah Raga

  • Teknologi

+Index Video
+Index Video
+Index Video
+Index Video
+Index Video