Mitos Seputar Puasa yang Masih Dipercaya – Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam agama Islam yang di lakukan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia, khususnya selama bulan Ramadhan. Selain sebagai kewajiban agama, puasa juga sering di kaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan dan spiritual. Namun, di balik itu semua, masih banyak mitos tersebut masih di percaya oleh banyak orang tanpa klarifikasi yang benar.
Berikut adalah 7 mitos seputar puasa yang masih di percaya banyak orang di 2025, sekaligus penjelasan ilmiah dan fakta yang sebenarnya.
1. Puasa Membuat Tubuh Lemah dan Tidak Sehat
Salah satu mitos paling umum adalah bahwa puasa akan membuat tubuh menjadi lemah, kekurangan energi, bahkan sakit. Banyak yang takut berpuasa karena menganggap tidak makan dan minum selama berjam-jam akan melemahkan kondisi fisik secara drastis.
Fakta: Puasa yang di lakukan dengan cara yang benar justru dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Saat berpuasa, tubuh akan beradaptasi dengan sumber energi cadangan, seperti lemak, sehingga metabolisme tetap berjalan. Studi menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu detoksifikasi dan meningkatkan fungsi otak serta sistem kekebalan tubuh. Tentunya, kondisi kesehatan tiap orang berbeda, jadi yang memiliki penyakit tertentu harus konsultasi dulu ke dokter.
Baca Juga: 7 Kesalahan Umum Saat Daftar Beasiswa Luar Negri yang Harus Dihindari 2025
2. Puasa Membuat Kulit Menjadi Kusam dan Kering
Ada anggapan bahwa karena tidak minum selama puasa, kulit jadi kering dan kusam. Akibatnya, banyak orang yang takut kulit mereka akan memburuk selama Ramadhan.
Fakta: Kulit memang membutuhkan cairan, tapi masalah kulit selama puasa lebih sering di sebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya asupan nurtrisi, bukan hanya karena tidak minum saat puasa. Dengan mengonsumsi makanan sehat dan cukup minum saat berbuka dan sahur, kulit justru bisa tetap sehat dan terhindrasi.
3. Puasa Bisa Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Beberapa orang percaya bahwa puasa membuat pencernaan jadi bermasalah, seperti sembelit atau maag karena perut kosong terlalu lama.
Fakta: Puasa justru dapat memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan, membantu regenerasi sel-sel lambung dan usus. Namun, gangguan pencernaan bisa muncul jika saat sahur dan berbuka kita mengonsumsi makanan yang tidak sehat, terlalu banyak gula, atau lemak. Penting untuk menjaga pola makan agar sistem pencernaan tetap lancar.
4. Puasa Membuat Berat Badan Turun Drastis dan Tidak Sehat
Ada mitos yang mengatakan puasa bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi hasilnya tidak baik dan berbahaya untuk tubuh.
Fakta: Puasa bisa membantu menurunkan berat badan jika di jalani dengan benar, terutama dengan menjaga pola makan sehat saat sahur dan berbuka. Penurunan berat badan yang sehat tidak drastis, melainkan bertahap. Jika konsumsi makan terlalu berlebihan saat berbuka atau sahur, berat badan malah bisa naik.
5. Puasa Harus Dihentikan Saat Merasa Lelah atau Sakit Ringan
Banyak yang percaya bahwa jika merasa lelah atau sakit ringan selama puasa, maka lebih baik langsung membatalkan puasa agar tidak membahayakan tubuh.
Fakta: Dalam Islam, puasa boleh di batalkan jika memang kondisi tubuh benar-benar tidak memungkinkan, seperti sakit berat atau ada risiko kesehatan serius. Namun, rasa lelah wajar dan sering terjadi karena adaptasi tubuh. Selama tidak membahayakan kesehatan, puasa tetap bisa di lanjutkan. Jika ragu, sebaiknya konsultasi dengan tenaga medis dan ulama.
6. Puasa Membuat Seseorang Jadi Mudah Marah dan Emosional
Mitos lain yang cukup populer adalah bahwa puasa membuat orang menjadi gampang marah dan kehilangan kontrol emosi karena lapar dan haus.
Fakta: Puasa memang menguji kesabaran dan pengendalian diri. Namun, naik turunnya emosi lebih di pengaruhi oleh kondisi psikologis dan bagaimana sesorang mengelola sres. Sebaliknya, puasa justru mengajarkan untuk lebih sabar, empati, dan mengendalikan diri secara lebih baik.
7. Minum Air Putih Saat Sahur dan Berbuka Tidak Penting Selama Puasa
Ada juga anggapan yang salah bahwa konsumsi air putih saat sahur dan berbuka bisa di abaikan atau tidak terlalu penting karena selama puasa tidak boleh minum.
Fakta: Menghindari tubuh sangat penting agar organ tubuh berfungsi optimal selama puasa. Minum cukup air saat sahur dan berbuka membantu mencegah dehidrasi, menjaga energi, dan mendukung kesehatan kulit serta oragan tubuh lainnya.